Anggaran Terpotong, Peserta Pelatihan Peningkatan Produktifitas di Sulsel Terpaksa Dikurangi


FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Balai Peningkatan Produktivitas (BPP) Kendari bekerjasama dengan Pemprov Sulawesi Selatan dalam melakukan peningkatan produktivitas bagi para pelaku usaha.

Meski situasi pandemi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Selatan, Andi Darmawan Bintang mengatakan usaha untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) harus tetap berjalan.

Menurutnya, pemerintah dan pelaku usaha harus mampu melihat peluang ada, salah satunya di tengah pandemi virus Corona yang tidak diketahui kapan berakhir, namun perputaran ekonomi tetap bergulir.

“Kita tau pandemi ini terus jalan dan disaat itu ekonomi juga berkembang, nah di sinilah sebuah peluang untuk menempatkan SDM menjadi pemaim nanti saat pandemi lewat,” ucap Darmawan Bintang, Selasa (15/9/2020).

Dalam meningkatkan kualitas SDM, ia menyebut, pelaku usaha harus diberikan berupa pelatihan agar mampu mendapatkan nilai tambah dan dengan perkembangan zaman yang semakin modern pelaku usaha dapat memanfaatkan sebaik mungkin.

“Usaha ini mampu mendorong orang-orang yang dulunya tidak memiliki usaha, tapi menjadi pengusaha baru,” ungkap Darmawan.

Sebelumnya, BPP Kendari bersama Pemprov Sulsel menggelar pelatihan Peningkatan Produktifitas di STIE Amkop Makassar, Selasa (15/9/2020).

Hanya saja, dalam pelatihan tersebut peserta yang ikut tidak sesuai target awal. Diketahui target sebelumnya yakni 600 orang yang akan dilatih, tapi hanya 250 orang saja yang mengikuti pelatihan tersebut lantaran pandemi Covid-19 yang mengharuskan anggaran APBN direcofusing.

Komentar

Loading...