Denda Tak Pakai Masker Belum Diterapkan di Makassar

Warga yang kedapatan tak memakai masker disanksi memungut sampah.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pemberlakuan Perwali nomor 51 dan 53 tahun 2020 di Makassar belum diterapkan. Pelanggar protokol kesehatan masih dikenakan hukum pungut sampah.

Sementara, dalam Perwali itu sudah dijelaskan soal denda bagi setiap pelanggar protokol kesehatan. Denda berkisar mulai Rp100 ribu hingga Rp20 juta rupiah.

Penerapan Perwali itu rupanya akan dilakukan bertahap, sembari mensosialisasikan aturan terbaru tersebut ke masyarakat.

“Untuk sanksi denda belum kami terapkan. Hanya sanksi sosial. Ini bertahap,” kata Koordinator Tim Tindak Pol PP, Irwan, Selasa (15/9/2020).

Pemberian sanksi sosial masih dilakukan saat menggelar razia yustisi, yang diikuti oleh seluruh aparat gabungan dan pihak kejaksaan.

Kelak jika sosialisasi dianggap telah berhasil, denda bagi pelanggar pun akan diberlakukan secepatnya.

“Tidak hanya sehari. Ini 40 hari kita jalan. Mungkin setelah kita jalan ke dua atau ketiga, baru kita laksanakan sanksi denda,” katanya.

Sebelumnya, seluruh aparat gabungan di Pasar Segar, Jalan Pengayoman, Kota Makassar menggelar razia yustisi.

Di sana, beberapa pengunjung tidak memakai masker saat berkumpul dengan orang lain. Terlebih lagi untuk saling menjaga jarak.

Aparat gabungan dan dari pihak Kejaksaan Negeri Makassar langsung mencegat enam pengunjung Pasar Segar, dan memerintahkan untuk menjalani rapid test pada saat itu juga.

“Ada beberapa masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan. Sanksinya kami perintahkan untuk menjalani rapid test,” kata Koordinator Tim Tindak Pol PP, Irwan.

Komentar

Loading...