Fahri Hamzah Ingatkan Mahfud MD Soal Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber: Hati-hati, Ini Isu Besar

Pertemuan Menko Polhukam Mahfud MD dengan Syekh Ali Jaber. (Twitter Mahduf MD)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD diingatkan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah.

Hal itu berkenaan dengan kasus penusukan Syekh Ali Jaber yang dilakukan Alfin Andrian di Bandarlampung, pada Minggu (13/9) kemarin.

Terlebih, tersiar kabar bahwa pemuda 24 tahun itu mengalami gangguan jiwa. Pernyataan itu didasarkan pada keterangan yang diberikan orangtua Alfin kepada polisi.

Fahri Hamzah menegaskan, keterangan keluarga ataupun tetangga sama sekali tak bisa dijadikan acuan atau dasar untuk menentukan bahwa seseorang mengalami gangguan jiwa atau gila.

Demikian disampaikan Fahri Hamzah memalui akun Twitter pribadinya, @Fahrihamzah, Selasa (15/9/2020).

“Untuk mengetahui orang itu gila, jangan tanya keluarga dan tetangganya. Sebab bisa direkayasa,” ingatnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini menyarankan agar kepastian itu dilakukan orang yang benar-benar kompeten di bidangnya.

“Tapi tanya asosiasi psikolog dan dokter jiwa yang disumpah untuk tugas itu,” saran dia.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa hasil pemeriksaan kejiwaan Alfin Andrian itu harus dibuka kepada publik.

Sebab menurut politisi asal NTB ini, kasus penusukan Syekh Ali Jaber itu adalah isu yang besar dan bisa memantik reaksi dari umat Islam.

“Mohon perhatian. Kalau bisa hasil pemeriksaanya dibuka. Ini isu besar,” tekan Fahri.

Komentar

Loading...