Kasus Covid-19 Masih Terkendali, Epidemolog Unhas Sebut Makassar Jauh dari Gejala PSBB

Petugas medis Tiongkok melakukan test swab COVID-19 di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang. Foto: Reuters

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kota Makassar tidak akan mengikuti langkah Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebab, kasus Covid 19 diklaim masih terkendali.

Epidemolog Universitas Hasanuddin (Unhas), Ansariadi menyebut, hal itu berdasarkan ketersediaan tempat tidur untuk rumah sakit rujukan masih belum terpakai stengahnya. Masih bisa menampung pasien jika terjadi lonjakan kasus.

“Batas maksimal untuk kebutuhan tempat tidur untuk isolasi sekitar 2.661, sekarang kamar terpakai kurang lebih 900 tempat tidur. Jadi kemampuan untuk menangani lonjakan kasus di Makassar jauh lebih bagus, masih dalam zona hijau, jadi belum ada gejala sepeti harus PSBB,” ujarnya, Senin (14/9/2020).

“Kenapa? Karena jika misalnya kita lakukan swab massal banyak positif dan perlu diisolasi masih memungkinkan untuk kita tangani,” sambungnya.

Selain itu, lanjutnya, ketersediaan hotel tempat isolasi covid 19 untuk pasien tidak bergejala atau otg masih di batas wajar. Bahkan bleum mencapai 50 persen dari total 13.000 tempat yang disediakan Pemrov Sulsel.

“Hotel yang disediakan pemerintah Sulsel totalnya 13.000, jadi kalau ada positif tanpa gejala ditempatkan di situ, yang terpakai 3500, jadi sisanya masih banyak perbandingan 1 Banding 4,” sebutnya.

Kemampuan untuk menangani covid cukup tersedia, jadi kalau ada pemeriksaan massal dan terjadi psisitif bdan butuh isolasi kita masih bisa lakukan

Komentar

Loading...