Meski Pandemi, Neraca Perdagangan Sulsel Alami Surplus

ekonomi

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan, Dewa Nyoman Mahendra mengatakan neraca peradangan Sulsel periode Januari hingga Juni mengalami tren positif.

Menurutnya, neraca perdagangan mengalami surplus lantaran nilai ekspor lebih tinggi dibandingkan nilai impor.

“Neraca perdagangan kita mengalami surplus. Permintaan pasar ekspor masih tetap tinggi, dibandingkan impor, produktivitas dan deversifikasi komoditas ekspor perlu ditingkatkan,” kata Dewa, Selasa (15/9/2020).

Diketahui trend positif neraca perdagangan Sulsel periode Januari sampai Juni 2020 sebesar U$ 175,86 Juta dengan nilai ekspor U$ 646,07 juta dan nilai Impor U$ 576,33 juta.

Sejak tujuh bulan terakhir, ia menyebut, angka surplus neraca perdagangan SulSel cukup tinggi, meski hampir seluruh negara tengah dilanda pandemi Covid-19.

Bahkan, Dewa mengaku dalam kegiatan proses ekspor ke sejumlah negara, Pemprov Sulsel tak mengalami kesulitan, termasuk dalam tahap prosedur dan mekanismenya.

“Selama pendemi Covid-19, tidak ada kendala dalam pelaksanaan ekspor ke negara. Semuanya cukup mudah, cepat dan efisien,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia membeberkan beberapa komoditas ekspor yang merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Sulsel yakni nikel, udang dan rumput laut. Sedangkan untuk komoditas impor seperti gula dan industri makanan lainnya. (Anti/fajar)

loading...

Komentar

Loading...