Penusuk Syekh Ali Jaber Disebut Pernah Gangguan Jiwa, Jimly Asshiddiqie: BNPT Jangan Jadi Pembela

Prof. Jimly Asshiddiqie

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Prof Jimly Asshiddiqie mendorong kasus penganiayaan Syekh Ali Jaber diproses dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku.

Melalui akun Twitternya, Jimly secara khusus meminta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tidak bertindak seolah-olah sebagai pembela dengan menyebut pelaku Alfin Andrian sebagai penderita gangguan jiwa.

“BNPT jangan jadi pembela ataupun pemutus biarlah tugas advokat yang membelanya di pengadilan & hakim yang memutus apakah pelaku kejahatan gila atau tidak,” katanya di akun @JimlyAs, Selasa (15/9/2020).

Tak hanya itu, senator DPD asal DKI Jakarta ini mengutuk kasus penusukan dengan senjata tajam untuk tujuan pembunuhan terencana dan teror terbuka kepada Syekh Ali Jaber, ulama yang sedang tabligh di depan umum.

“Mohon polisi & jasa segera proses hukum yang bersangkutan ke pengadilan dengan tuntutan sangsi paling maksimal, mati,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala BNPT Komjend Pol Boy Rafli Amar menyatakan bahwa kondisi gangguan jiwa atau gila yang dialami oleh Alfin Andrian, pernah dibuktikan lewat hasil pemeriksaan rumah sakit pada 2016 silam.

Menurutnya, pihaknya juga menerima informasi yang sama dari keluarga dan orang-orang di lingkungan tempat tinggal Alfin tentang gangguan jiwa yang dialami penusuk Syekh Ali Jaber.

“Jejak digital dari yang terkait saudara Alfin Andrian, sementara dari beberapa saksi yang telah disampaikan atau berhasil kita himpun memang ada informasi yang menyatakan terutama dari pihak lingkungan dan keluarga bahwa yang bersangkutan selama lima tahun terakhir ini telah mengalami semacam gangguan jiwa,” kata Boy dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (15/9).

Komentar

Loading...