Petahana Lawan Kotak Kosong di Gowa, Pengamat Bilang Begini

Adnan-Kio

FAJAR.CO.ID, GOWA – Perhelatan Pilkada 2020 di Kabupaten Gowa diisi oleh pasangan tunggal. Tidak ada lawan bagi Adnan Purichta Ichsan-Abdul Rauf Mallagani (Adnan-Kio) untuk kembali memimpin kawasan Butta Bersejarah itu.

Nantinya Adnan-Kio akan melawan kotak kosong. Namun jauh hari sebelum mendaftar di KPU Gowa, ada dua bakal calon yang sempat optimis melawan sang petahana ini.

Bahkan kedua sosok itu telah mengkampanyekan dirinya ke dalam beberapa spanduk yang tersebar. Namun berselang beberapa lama kemudian, kedua sosok itu menghilang tanpa kabar.

Pengamat Politik Unismuh Makassar, Andi Luhur Prianto, menganggap, kelompok penantang tidak mampu mengkonsolidasi kekuatan melawan kelompok petahana ini.

“Bahkan penantang lebih memilih bergabung ke petahana. Ini dampak dari gagalnya kaderisasi Parpol. Umumnya mereka yang tidak memiliki persediaan kader yang siap bertarung di Pilkada Gowa,” katanya, Selasa (15/9/2020).

Namun kata Andi Luhur, pasangan Adnan-Kio belum bisa merayakan pesta terkait lawannya di kontestasi politik ini hanyalah kotak kosong.

Adnan-Kio mesti tetap waspada karena pertarungan masih berlangsung di pemungutan dan penghitungan suara nanti.

“Kekuatan Infrastuktur politik calon tunggal tidak boleh terlena dengan situasi ini. Tetap harus antisipatif. Termasuk pada faktor non-politik elektoral,” pungkasnya.

Namun, bagi Adnan Purichta Ichsan dan Abd Rauf Malaganni, ada lawan atau tidak, tetap akan bertarung pada pesta demokrasi di Butta Bersejarah ini.

“Persiapannya sama. Baik lawan kotak kosong, kami siap bertarung pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gowa ini,” kata Adnan usai mendaftar di kantor KPU Gowa, Jalan Andi Mallombasang.

Pada pemilihan keduanya ini, Adnan-Kio konsisten menggunakan slogan “Diboloki” di setiap masa kampanyenya, sebagai bakal calon orang nomor satu dan dua di Butta Bersejarah ini.

“Kita harap bukan hanya periodenya yang di double, tapi Insya Allah, prestasinya juga harus lebih baik daripada tahun sebelumnya,” tambahnya.

Pasangan Adnan-Kio diketahui diusung oleh sembilan partai besar di Indonesia. Ada juga Partai Gerindra yang jadi pendukung, meski sebelumnya sempat jadi pengusung karena ada cacat administrasi dalam berkas B1 KWK. (Ishak/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...