Tambang Emas Longsor, 50 Penambang Tewas

ilustrasi penambangan emas

Seorang warga lokal di tempat kejadian menyebutkan, bahwa para penambang itu berada dalam ketiga sumur untuk mencari emas ketika hujan deras terus mengguyur.

“Sejauh ini hanya satu mayat yang telah ditemukan,” kata Jean Nondo Mukambilwa kepada AFP.

Diketahui bahwa hujan deras telah membanjiri sungai di dekat tambang. Hal ini menepis laporan sebelumnya yang menyatakan bahwa tambang itu ambruk.

“Bukan ambruk. Itu karena hujan kecelakaan itu terjadi,” ujarnya.

“Air masuk ke tiga terowongan. Saat orang mencoba keluar, tidak mungkin karena air mengalir deras, dengan tekanan tinggi,” sambungnya.

“Penyelidikan harus dilakukan untuk mengetahui penyebab bencana ini,” kata perwakilan masyarakat sipil, Nicolas Kyalangalilwa.

Dapat diketahui, penambangan artisanal di bagian timur Kongo dan wilayah Kasai seringkali tidak aman. Para perempuan dan anak-anak juga bekerja di tambang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kejadian serupa juga terjadi awal tahun ini di Maniema dan di Katanga, menewaskan sedikitnya 18 orang.

“Tertimbun, tanah longsor, dan sesak napas merupakan risiko yang sering dihadapi para penambang batu berharga, yang sering kali tak mengenakan alat pelindung diri selain sepatu boot,” kata Sara Geenen, seorang asisten profesor di Universitas Antwerp di Belgia. (fin)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...