Berhadapan Covid-19, 115 Dokter dan 78 Perawat Gugur

Petugas medis melakukan perawatan terhadap sejumlah pasien terjangkit virus Corona, di Central Hospital di Wuhan, Tiongkok, Sabtu (25/1/2020) menurut foto yang diunggah di medsos. Foto: ANTARA FOTO/Reuters/ama.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tenaga kesehatan berguguran dalam perjuangan melawan COVID-19. Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhillah mengungkapkan per tanggal 11 September 2020, sudah 78 perawat meninggal dunia Corona. Selain 78 perawat yang gugur, tercatat 115 dokter juga wafat akibat terinfeksi penyakit ini.

“Sudah 78 perawat yang meninggal dunia. Per tanggal 11 September 2020 ,” kata Harif di Jakarta, Selasa (15/9). Dia menyebut satu orang perawat bisa melayani puluhan pasien positif Corona. Karena itu, menjadi sebuah kerugian bagi negara bila ada satu saja perawat yang gugur.

Dia menyoroti upaya pemerintah dalam meningkatkan keselamatan tenaga kesehatan. Sebab, masih banyak hambatan yang dihadapi para tenaga kesehatan. Khususnya perawat. “Harus ada upaya mulai dari penyediaan fasilitas sarana yang memadai,” imbuhnya.

Harif menyebut pasokan APD yang terbatas juga masih dikeluhkan sejumlah rumah sakit swasta dan puskesmas. Selain itu, perlu adanya peningkatan pemeriksaan atau tes PCR bagi tenaga kesehatan. Karena selam ini, belum sepenuhnya berjalan.

Terkait hal itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyampaikan bela sungkawa. Terawan mengucapkan menyampaikan terima kasih sekaligus duka cita mendalam kepada para perawat yang telah gugur dalam perang melawan COVID-19.

“Saya mewakili pemerintah menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para perawat yang telah bekerja keras dan berdedikasi tinggi dalam penanganan wabah COVID-19. Rasa duka cita mendalam juga saya sampaikan atas gugurnya 78 perawat dalam perjuangannya memberikan pelayanan kepada pasien untuk melawan COVID-19 ini. Paling banyak dari Jawa Timur. Semoga jasa-jasa para pahlawan kesehatan ini diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” kata Terawan dalam acara Doa Perawat untuk Negeri secara virtual di Jakarta, Selasa (15/9).

Komentar

Loading...