Bunuh Ketua Pengurus Masjid Nurul Iman, Pelaku Diduga Tersinggung Dimintai Kunci Kotak Amal


FAJAR.CO.ID, OGAN KOMERING ILIR — Jajaran Polres Ogan Komering Ilir (OKI) menegaskan bahwa pelaku pembacokan ketua pengurus masjid Nurul Iman, Tanjung Rancing, Kota Kayuagung, OKI, Sumsel akan dikenakan pasal berlapis dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Polisi juga memastikan bawah aksi pelaku bernama Mahyudin (45) yang membacok Muhammad Arif (59), hingga menyebabkan korban meninggal dunia adalah murni tindak pidana dan tidak ada kaitan dengan paham radikalisme ataupun lainnya.

Hal ini diungkapkan Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy kepada awak media, didampingi Wakil Ketua MUI OKI, Supardjon Ali Haq Al-Tsabit, bersama Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten OKI, H Muazni, bertempat di Mapolres OKI, Selasa (15/9) sore.

Kapolres mengatakan, bahwa motif pelaku melakukan aksi pembacokan tersebut dilatari rasa ketersinggungannya terhadap korban.

“Karena setelah selesai salat Jumat, korban menyuruh pelaku menyerahkan kunci kotak amal ke bendahara masjid. Kemungkinan tersinggung usai menyerahkan kunci, pelaku yang tak terima lalu pada saat pelaksanaan salat Magrib menganiaya korban,” jelasnya lagi.

Sebelum kejadian, kata Alamsyah, pelaku yang merupakan warga Lingkungan III RT 06 Tanjung Rancing Kayuagung OKI itu sempat berdiri di saf kedua sebelah kanan, sedangkan korban di saf pertama tepatnya sebelah kanan di belakang imam.

“Pada saat jamaah yang lain takbiratul ihram, pelaku langsung mengambil sajadahnya lalu keluar masjid. Setelah itu, pelaku kembali ke masjid sambil membawa sebilah parang dan langsung menyerang korban dari belakang, waktu itu rakaat pertama,” terang Kapolres.

Komentar

Loading...