Dewan Dorong Investasi Swasta Bergerak

ekonomi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Meskipun indikator ekonomi Sulsel dikenal kuat, namun senantiasa masih menyisakan fakta gini ratio yang berjarak. Hal ini korelasi dengan angka pengangguran terbuka, angka kemiskinan, serta lapangan usaha terbatas.

Hal ini disampaikan anggota DPRD Sulsel, A Januar Jaury Dharwis. Menurutnya, dibutuhkan variasi kebijakan selanjutnya untuk tetap menjaga momentum indikator ekonomi makro Sulsel berikut manfaat nyata ke masyarakat.

“Secara empirical potensi investasi di Sulawesi Selatan sangatlah besar, berbagai komoditas alam hingga migas serta pariwisata membutuhkan trigger ke arah industrialisasi dari hulu ke hilir,” kata Januar, siang tadi. Bahkan menurutnya, pada lingkup ini pemda hadir untuk kondisikan aglomerasi agar semua mata rantai usaha hingga mikro dapat tersentuh dari investment ini.

Sebagaimana data yang ada, pada tahun 2019 terealisasi investasi dalam negeri sebanyak 1.033 proyek dengan nilai investasi Rp5,67 triliun dengan rincian menyerap tenaga kerja dalam negeri sebanyak 9.943 dan tenaga kerja asing sebanyak 7 orang. Sedangkan untuk investasi asing terdapat 494 proyek dengan nilai Rp4,53 Triliun dan serapan tenaga kerja dalam negeri sebanyak 1.280 orng dan tenaga kerja asing sebanyak 32 orng.

“Sehingga total realisasi pada tahun 2019 sebanyak 1.527 proyek dengan nilai 10,2 Triliun dgn serapan tenaga kerja sebanyak 11.261 orang,” bebernya.

Diketahui bersama bahwa konstruksi perputaran uang di wilayah kita masih didominasi belanja pemerintah, berikut konsumsi rumah tangga dan investasi.

Komentar

Loading...