Diyakini Terima Suap, Muzni Zakaria Terancam Enam Tahun Penjara

Muzni Zakaria

FAJAR.CO.ID — Muzni Zakaria dituntut enam tahun penjara serta denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan. Perkara yang menjerat pria yang merupakan Bupati Solok Selatan (nonaktif) itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Muzni diyakini menerima suap terkait proyek pembangunan jembatan Ambayan dan Masjid Agung Solok Selatan.

“Menyatakan terdakwa Muzni Zakaria terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama,” kata Jaksa Rio Frandy membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Padang, Rabu (16/9).

Selain itu, Muzni Zakaria juga dituntut hukuman tambahan untuk membayar uang pengganti senilai Rp3,375 miliar. Selambat-lambatnya uang pengganti itu dibayarkan satu bulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Namun, jika dalam waktu tersebut Muzni tidak mampu membayarkan uang pengganti, maka harta bendanya akan disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Namun jika harta bendanya tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana penjara selama dua tahun,” tegas Jaksa Rio.

Selain itu, Jaksa pun menuntut agar hak politik Muzni Zakaria dicabut selama empat tahun usai menjalani pidana pokok. Dalam menuntut perkara ini, Jaksa KPK mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan.

Untuk hal yang memberatkan, perbuatannya dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi, terdakwa tidak berterus terang dan tidak mengakui perbuatannya, serta kedua proyek tersebut belum selesai dan belum dapat dilanjutkan.

Komentar

Loading...