Dugaan Pungli di Kanrerong, Legislator DPRD Makassar Meradang

Kawasan Kanrerong

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– DPRD Kota Makassar berencana akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama dengan Dinas Koperasi Kota Makassar terkait adanya dugaan pungli di kawasan Kanrerong Karebosi.

Hal ini diungkap anggota komisi B DPRD Kota Makassar Nurul Hidayat. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan dinas koperasi terkait dugaan pungli tersebut.

“Kita nanti akan turun, intinya kalau tidak ada tindak lanjut dengan laporan ini,” ujar legislator Golkar itu, Rabu (16/9/2020).

Berdasarkan laporan, dugaan pungli mencuat setelah adanya aduan sejumlah pedagang yang harus membayarkan sewa lapak hingga Rp 6-8 juta pertahun kepada pengelola.

Keluhan tersebut mulai muncul ke permukaan karena nominalnya dianggap sangat mahal terlebih selama masa Covid keluhan kian tak terbendung akibat turunnya pendapatan pedagang.

Nurul menjelaskan bahwa semestinya lapak tersebut digratiskan sebagai konsekuensi penggantian lapak pedagang kaki lima di Jalan Sunu samping Masjid Al-Markaz saat Walikota masih dijabat Danny Pomanto.

Namun kuat dugaan sewa lapak dilakukan setelah para pedagang yang mendapat kompensasi menyewakan lapaknya kepada pedagang lain sehingga hal ini kemudian mulai lumrah dilakukan.

“Laporannya kan begitu, banyak awal mulanya pedagang ini yang sewakan, mulai banyak disewakan juga, tapi itu semestinya harus gratis,” ujar Nurul.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Kota Makassar Evi Aprialty mengatakan pihaknya masih melakukan sejumlah peninjauan tentang dugaan pengalihan kios tersebut. Evi mengaku Masih ada sejumlah lapak yang belum sepenuhnya diperiksa oleh Dinas Koperasi (Dinkop)

Komentar

Loading...