Kapal Patroli China Masuk Laut Natuna, HNW: Ini Ujian Pemerintah untuk Jaga Kedaulatan NKRI

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengapresiasi kesepakatan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dengan sejumlah organisasi buruh seperti KSPI dan KSPSI. (dok MPR RI)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Baru-baru ini, kapal penjaga pantai Tiongkok (China) kembali memasuki zona ekonomi eksklusif (ZEE) RI di Laut Natuna.

Sontak peristiwa tersebut mendapat respons dari kalangan politisi di Indonesia. Salah satunya Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW).

“Belum usai susahkan Indonesia dengan virus covid-19 yang berasal dari Wuhan. Belum usai bikin gaduh dengan pernyataannya siap perang lawan ASEAN,” tulis HNW di akun Twitternya, Rabu (16/9/2020).

“Kini China klaim sepihak; kapalnya berhak masuk Laut Natuna. Ujian berikutnya bagi PemRI untuk jaga marwah & daulat NKRI,” sambung politisi PKS itu.

Sebelumnya, Tiongkok mengatakan bahwa salah satu kapalnya berpatroli secara normal di perairan yang menjadi yurisdiksinya.

“Hak dan kepentingan Tiongkok di perairan yang relevan di Laut China Selatan sudah jelas,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin dalam konferensi pers, Selasa (15/9).

Menurut Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksamana Madya Aan Kurnia, kapal patroli Tiongkok memasuki ZEE di 200 mil lepas pantai Kepulauan Natuna utara pada Sabtu (12/9) dan menyingkir pada Senin (14/9) setelah dilakukan komunikasi radio.

Di bawah hukum internasional, kapal asing diizinkan melalui ZEE suatu negara, tetapi Aan menyebut kapal tersebut terlalu lama berada di ZEE Indonesia.

”Karena yang ini mengapung, lalu berputar-putar, kami menjadi curiga, kami mendekatinya dan mengetahui bahwa itu adalah kapal penjaga pantai Tiongkok,” kata dia kepada Reuters, kemudian menambahkan angkatan laut dan penjaga pantai akan meningkatkan operasi di perairan itu.

Komentar

Loading...