Mahfud MD Sebut 92 Persen Pilkada Dibiayai Cukong, Fahri Hamzah: Ini Isu Penting

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah. Foto: dokumentasi pribadi for jpnn.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah meminta Menko Polhukkam Mahfud MD memberikan solusi terkait persoalan 92 persen calon kepala daerah dibiayai cukong.

“Pak @mohmahfudmd yth, Setelah bapak bilang kemarin 92% pilkada dibiayai cukong maka solusinya apa pak?” kata Fahri di akun @Fahrihamzah di Twitter, Rabu (16/9).

Menurut mantan wakil ketua DPR itu, seharusnya Mahfud juga memberikan solusi atas persoalan tersebut. Mengingat ini juga merupakan isu yang penting.

“Pengen tau karena ini juga isu penting. Cc: @PolhukamRI,” ujar Fahri melanjutkan.

Seperti diberitakan, Mahfud menyebut hampir 92 persen calon kepala daerah yang tersebar di seluruh Indonesia dibiayai cukong. Menurutnya, rata-rata setelah terpilih, para calon akan memberikan balas jasa yang menguntungkan para cukong tersebut.

“Di mana-mana calon itu 92 persen dibiayai oleh cukong, dan sesudah terpilih itu melahirkan korupsi kebijakan,” ungkap Mahfud ketika menjadi pembicara diskusi bertema “Menjauhkan Covid-19 dan Korupsi” yang disiarkan kanal YouTube Pusako FH Unand, Jumat (11/9) lalu.

Sebelumnya, hasil kajian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut, 82 persen dana yang digunakan oleh para calon kepala daerah bersumber dari pihak swasta yang berperan sebagai sponsor.

Karena faktanya dalam kajian KPK sebelumnya ada sekitar 82 persen pilkada itu calon-calon kepala daerah itu 82 persennya didanai sponsor, tidak didanai pribadinya,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.

Komentar

Loading...