Cerita Petugas Jenazah Covid-19 Saat-saat Genting, Zainuddin Terpaksa Ngompol

Kamis, 17 September 2020 08:38

Ilustrasi pemakaman jenazah covid-19-- (Dok. Kemensos)

Namun sejak Juli 2020 lalu, tim hanya dibagi menjadi dua. Masing-masing tim berisi tujuh orang. Untuk jadwal kerjanya, dua hari masuk dan dua hari libur. Kendati demikian, para petugas ini diharuskan stand by kapan pun dan di mana pun. Tak mengenal waktu maupun tempat.

Tak peduli tajamnya sengatan panas mentari hingga dinginnya udara yang menusuk kulit. Yang menjadi motivasi terbesar mereka saat menjalankan tugas mulia ini dengan tulus ikhlas adalah keinginan mereka bisa bermanfaat bagi orang lain.

Sementara itu, untuk resep menjaga kekebalan tubuh, petugas ini menjaga suasana hati tetap bahagia dengan saling bercanda. Selain itu, menjaga kekompakan dengan saling menguatkan satu sama lain. Terpaksa Ngompol Ketika bertugas, pakaian yang wajib dikenakan para petugas ini saat pemulasaraan jenazah adalah Alat Pelindung Diri (APD) level 3.

Antara lain baju hazmat, kaca mata google, face shield, sarung tangan panjang, masker N95, masker bedah dan sepatu boots. Jenazah akan dimandikan, dikafani, dibungkus plastik, dimasukkan ke peti serta diberi plastik kembali.

Bagikan berita ini:
7
6
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar