Cerita Petugas Jenazah Covid-19 Saat-saat Genting, Zainuddin Terpaksa Ngompol

Kamis, 17 September 2020 08:38
Belum ada gambar

Ilustrasi pemakaman jenazah covid-19-- (Dok. Kemensos)

“Saya orangnya gampang mabuk dan beser, apalagi harus mengurus sehari sampai 5 jenazah. Setelah menahan 8 jam pemakaman beruntun, saya terpaksa ngompol. Bayangkan saja, rasanya udah di ujung dan masih harus memikul peti yang jaraknya 1 km. Pas sampai di kantor dan bisa mandi, rasanya dunia akhirat milik saya,” akunya sembari tertawa.

Zainudin menambahkan, ia terpaksa melubangi baju APDnya agar bisa buang air kecil sewaktu-waktu. Pria asli Jombang itu pun sempat berpikir untuk menggunakan popok dewasa untuk mengantisipasi buang air kecil di saat sibuk mengurus jenazah Covid-19.

Dalam menangani pemulasaraan dan pemakaman jenazah pasien Covid-19, ketujuh ketugas ini telah berulang kali mengalami kendala. Mulai dari pengguna jalan yang tidak mau mengalah, penduduk yang menolak menerima jenazah pasien, hingga menunggu jenazah siap dikebumikan.

Bahkan, terkadang mereka juga harus membantu menggali tanah kuburan yang ukurannya tidak sesuai dengan postur jenazah. Belum lagi dengan galian makam yang berisi air dan tanahnya lengket, sehingga butuh waktu berjam-jam agar bisa menguburkan jenazah. Maka tak heran, kala sedang sibuk, para petugas ini tidak memiliki cukup waktu untuk beristirahat.

“Istirahatnya paling lama pernah 30 menit, paling cepat 10 menit. Kadang juga nggak ada waktu istirahat. Pernah juga setelah betugas kami ketiduran saat tiba di kantor. Padahal masih menggunakan APD level 3,” ujar Mahmud Yunus.

Bagikan berita ini:
1
6
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar