Enam Bulan Lebih Pandemi Covid-19, Begini Jumlah Anggaran yang Telah Dikeluarkan Pemprov Sulsel

Bersama Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat, Doni Monardo, Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mendapat penjelasan langsung dari Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari.

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulsel, Muhammad Rasyid mengatakan, per 15 September Biaya Tak Terduga (BTT) yang diperuntukan untuk penanganan Covid-19 sudah ditransfer sebesar Rp 200 miliar lebih.

Anggaran tersebut merupakan hasil dari refocusing yang disetujui DPRD Sulsel sebesar Rp 500 miliar beberapa bulan lalu.

Sebelumnya diketahui, realisasi anggaran Covid-19 Sulsel mencapai Rp 196,6 miliar atau 93,37 persen dari Rp 210,8 miliar dana yang telah ditransfer ke masing-masing pengguna anggaran.

Muhammad Rasyid menjelaskan pengeluaran terbesar ada pada penanganan kesehatan dan keselamatan yakni sebesar Rp 170,9 miliar dari Rp 301,6 miliar yang diestimasikan. Hingga, saat ini yang telah ditransfer untuk penanganan kesehatan sebanyak Rp185 miliar.

“Jadi masih ada tersisa Rp15 miliar yang belum dibelanjakan untuk penanganan kesehatan dan keselamatan ini,” jelas Muhammad Rasyid.

Ia mengaku, anggaran kesehatan dan keselamatan tersebut diperuntukan untuk 7 instansi seperti Dinas Kesehatan Sulsel, BBLK, Rumah Sakit Unhas, RS Wahidin, Kodam XIV Hasanuddin, RSKD Dadi, BPBD, RS Sayang Rakyat, Polda Sulsel, Diskominfo, dan FKM UNHAS.

Bahkan, Muhammad Rasyid menyebut alokasi anggaran tertinggi yaitu berada di Diskes Rp 84,6 miliar, BPBD Rp 75,4 miliar, RS Sayang Rakyat Rp 68 miliar dan RSKD Dadi Rp 46 miliar.

Sedangkan, untuk Jaring Pengaman Sosial telah dialokasikan sebanyak Rp 41,7 miliar. Muhammad Rasyid merinci sebanyak Rp 32,2 miliar di Dinas Sosial, Rp 8,5 miliar di Sekretariat DPRD, Rp 690 juta di Badan Penghubung dan di Al Markaz sebanyak Rp 300 juta.

“Realisasi di sektor ini sebesar Rp 25,6 miliar dari Rp 25,7 miliar yang sudah ditransfer. Jadi sisa anggaran atau lebih dari transfer yang belum dibelanjakan itu Rp104 juta,” bebernya.

Sementara itu, anggaran pemulihan ekonomi atau recovery belum ada yang ditransfer. Anggaran yang dialokasikan sebanyak Rp 157,1 miliar.

Anggaran tersebut diperuntukan bagi stimulus modal pelaku UMKM, insentif pengurangan pajak dan pembebasan pajak, insentif perpanjangan waktu dan bergulir. (Anti/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...