Kabar Terbaru Kasus Pembunuhan Tukang Galon, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

TKP pembunuhan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kasus penikaman berujung pembunuhan terhadap Marcell, 24 tahun membuat Syamsul Bahri, 34 tahun harus mendekam di balik jeruji besi Polsek Tamalate.

Syamsul yang merasa pesanan air galonnya tak dibawakan, membuat dia membabi buta Marcell hingga tewas dengan luka tikaman di bagian punggung.

Aksi kejam itu terjadi di Jalan Daeng Tata 1, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, pada hari Senin, (14/9/2020) sekitar pukul 16.00 Wita lalu.

Akibat perbuatannya, warga Jalan Bontoduri VI ini terancam Pasal 338 KUHP Tentang Pembunuhan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

“(Terancam penjara) di atas 10 tahun,” kata Kapolsek Tamalate, Kompol Arif Amiruddin, Kamis (17/9/2020).

Pelaku ditangkap di rumahnya sendiri tanpa perlawanan kepada aparat kepolisian bersenjata api.

Sementara korban yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang pengantar galon, mengalami luka tikaman di punggung akibat tusukan sebilah badik milik pelaku.

Korban yang merupakan warga asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini meninggalkan seorang istri dan anak yang masih berusia dini.

“Korban meninggalkan seorang istri bernama Yani, 24 tahun dan anak berinisial B berumur dua tahun,” katanya, Senin (14/9/2020).

Yani sendiri kaget saat mendengar tulang punggung keluarganya itu tewas secara sadis. Dia mendengar kabar pilu itu dari salah seorang rekan suaminya yang datang membawa kabar.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...