Lanjutan Kasus Kebakaran Kejagung, Bareskrim Pastikan Ada Tindak Pidana

Kebakaran yang melanda kantor Kejagung di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8). Foto: Antara/Reno Esnir

FAJAR.CO.ID — Beberapa waktu lalu, kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) sempat menjadi bola liar dan banyak yang mengaitkannya dengan skandal Djoko Tjandar.

Kepala Bareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, membeber hasil kerja jajarannya dalam mengungkap kasus tersebut.

Menurut Sigit, ada tindak pidana dalam insiden kebakaran di gedung Korps Adhyaksa yang terletak di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu.

Sigit menyampaikan hal itu dalam jumpa pers usai gelar perkara kasus kebakaran gedung Kejagung di Mabes Polri, Kamis (17/8). Menurut dia, penelitian Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) memastikan pemicu kebakaran gedung Kejagung bukanlah korsleting, melainkan nyala api terbuka.

“Sementara penyidik berkesimpulan dapat dugaan peristiwa pidana,” ujar Sigit.

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 itu menuturkan, ada beberapa orang yang mengerjakan renovasi di gedung Kejagung. Namun saat api muncul, para pekerja itu tak mampu memadamkannya. “Kemudian kami dapati juga fakta dan saksi yang diketahui berusaha memadamkan kebakaran, namun tidak didukung infrastruktur, kemudian api makin membesar,” papar Listyo.

Lebih lanjut Sigit mengatakan, Bareskrim telah melakukan ekspose kasus itu dengan melibatkan unsur Kejagung. Melalui gelar perkara itulah Polri memutuskan menaikkan penyelidikan kasus kebakaran Kejagung ke tahap penyidikan. “Kami sepakat untuk meningkatkan penyelidikan menjadi penyidikan,” ujarnya.

Mantan Kapolda Banten itu menambahkan, Bareskrim telah menindaklanjuti temuan Puslabfor dengan memeriksa 131 saksi. Sigit menegaskan, ada peristiwa pidana yang memenuhi ketentuan Pasal 187 KUHP dalam insiden kebakaran gedung Kejagung.

Komentar

Loading...