Sekolah Tak Kunjung Buka, Dua Pelajar SMP Putuskan Nikah Dini

Dua pelajar yang memilih nikah dini.

FAJAR.CO.ID — Lantaran sekolah tak kunjung dibuka karena pandemi corona, dua pelajar SMP memilih untuk membina rumah tangga.

Suhaimi, kelas 2 SMP asal Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP, Sabtu (12/9).

“Atas dasar suka sama suka,” kata Suhaimi menjelaskan keputusannya menikah di usia muda, kepada Lombok Post (grup FAJAR) di kediamannya di Dusun Montong Praje Timuq, Selasa (15/9/2020).

Dia menjelaskan, akad nikah berlangsung Sabtu (12/9) usai salat Ashar di musala rumahnya.

Pernikahan ini disaksikan puluhan kerabat dan tetangga. Kini keduanya, menjalani kehidupan suami istri dan tinggal di rumah orang tua Suhaimi.

Rahimin, ibu dari Suhaimi sempat merasa kaget mendengar rencana anaknya menikah.

Namun, pihaknya tidak bisa berbuat banyak setelah sang anak membawa calon istri.

Dia hanya merestui anaknya menikah di usia dini. “Apa boleh buat. Saya dalam posisi senang, terpaksa dan bercampur sedih,” keluhnya dalam bahasa Sasak. Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) Montong Praje Timuq Ehsan mengatakan, sejak awal pemerintah desa sudah sekuat tenaga menghentikan rencana pernikahan keduanya.

Namun, keduanya bersikeras. Jadi, daripada pemerintah desa yang disalahkan, maka pemerintah desa tidak mau ikut campur. “Saat akad nikah, saya tidak mau hadir,” tandasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Loteng Lalu Muliardi Yunus menjelaskan, pengertian pernikahan tertuang dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...