Warga Pulau Kodingareng Bantah Tudingan Walhi Sulsel Sebagai Provokator

Ibu-ibu di Pulau Kodingareng.

FAJAR.CO.ID — Adanya tudingan dari Sampara Sarif yang menyebut Walhi Sulsel melakukan provokasi warga di Pulau Kodingareng Lompo, membuat ibu-ibu nelayan Pulau Kodingereng Lompo angkat bicara. Menurut mereka, penyataan dari Sampara Sarif sangat keliru.

Kelompok ibu-ibu nelayan Kodingareng menyatakan bahwa mereka sangat bersyukur adanya pendampingan dari WALHI Sulsel dan dari aliansi selamatkan pesisir (ASP) di Pulau Kodingareng. Itu karena kehadiran mereka apa yang saat ini terjadi di Pulau Kodingareng bisa diketahui oleh banyak orang. Pasalnya, menurut mereka, pemerintah tidak pernah merespon dan membantu, mulai dari ketua RT sampai Gubernur.

“Jika Pak Sampara tidak mau membantu kami di pulau, diam saja, tidak usah banyak bicara. Jangan melumpuhkan semangat kami. Biarkan kami berjuang bersama adek-adek aliansi selamatkan pesisir dan Walhi untuk mempertahankan laut dan pulau kami,” kata Siti Ebong, istri nelayan Pulau Kodingareng.

Sampai saat ini, pihaknya tidak merasa bahwa Walhi dan aliansi memprovokasi. Apalagi mengajak melakukan demo anarkis, justru Walhi dan aliansi selalu melarang agar tidak melakukan demo anarkis. Kalau ada kejadian yang anarkis, itu bentuk kemarahan kepada penambang yang merusak kehidupan.

“Sudah beberapa kali kami melakukan aksi damai di depan kapal Boskalis dan kantor gubernur, tapi tidak ada yang peduli dengan keluhan kami. Justru tindakan kriminalisasi, intimidasi, dan teror yang kami dapatkan,” ungkap Siti Ebong.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...