Djoko Tjandra, Jaksa Pinangki, dan Irfan Jaya Diduga Siapkan Rp148,5 Miliar untuk Menyuap

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Jaksa Pinangki Sirna Malasari bersama dengan Andi Irfan Jaya dan Djoko Tjandra diduga menyiapkan uang sebesar USD 10 juta atau setara Rp 148,5 miliar untuk menyuap pejabat Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung. Uang ratusan miliar itu disiapkan untuk mengurus permohonan fatwa di Mahkamah Agung melalui Kejaksaan Agung.

“Djoko Soegiarto Tjandra juga bersepakat untuk memberikan uang sejumlah USD 10.000.000 kepada pejabat di Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung guna keperluan mengurus permohonan Fatwa Mahkamah Agung melalui Kejaksaan Agung,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono dalam keterangannya, Kamis (17/9) malam.

Hal ini terungkap dalam abstraksi dakwaan Jaksa Pinangki yang dilimpahkan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Kamis (17/9) kemarin.

Pengurusan fatwa hukum itu agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi oleh Kejagung dalam kasus hak tagih Bank Bali. Sehingga, Djoko Tjandra bisa pulang ke Indonesia tanpa harus menjalani pidana dua tahun penjara.

Pengurusan fatwa hukum ini berawal dari, Pinangki Sirna Malasari bersama-sama dengan Anita Kolopaking dan Andi Irfan Jaya bertemu dengan Djoko Soegiarto Tjandra yang merupakan buronan terpidana kasus korupsi Cessie Bank Bali di Malaysia. Pertemuan itu terjadi di kantor Joko Tjandra di The Exchange 106 Lingkaran TrX Kuala Lumpur, Malaysia.

Djoko Soegiarto Tjandra kemudian memerintahkan adik iparnya Herriyadi Angga Kusuma, yang telah meninggal, untuk memberikan uang kepada Pinangki melalui Andi Irfan Jaya sebesar USD 500 ribu. Uang itu merupakan pembayaran uang muka atau down payment (DP) 50 persen dari USD 1.000,000 yang dijanjikan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan