Gubernur Sulsel Bantah Terlibat di Perusahaan Tambang Pasir Laut

Jumat, 18 September 2020 18:25
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR–Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah angkat bicara terkait tuduhan yang ditorehkan untuk anak dan kerabatnya terkait proyek Makassar New Port.

Sebelumnya dalam siaran pers Koalisi Selamatkan Laut yang beredar, putra Gubernur Sulsel, Fathul Fauzi Nurdin disebut terlibat dalam kegiatan penambangan pasir dalam Proyek Strategis Nasional itu.

Selain Fauzi, beberapa kerabat Nurdin Abdullah juga disebut-sebut terlibat dalam proyek reklamasi tersebut.

Mendengar itu, Nurdin menegaskan pihaknya tidak masuk dalam proyek tersebut. Bahkan, ia mengaku tidak tertarik dan tidak memiliki skill untuk terjun di industri pertambangan.

“Sama sekali kami tidak ada perusahaan tambang termasuk anak saya, keluarga saya, itu tidak ada. Dan kita tidak tahu siapa yang melakukan penambangan. Nah kalau mau cek, tentu cek kepada yang punya perusahaan, yang pasti saya tidak ada kaitannya sama sekali,” tegasnya.

Ia menyebut pihak PTSP yang memberi izin kepada perusahaan untuk melakukan tindaklanjut proyek tersebut. Hanya saja, untuk pencabutan izin, gubernur berhak jika memang terdapat pelanggaran.

“Jadi tolong kami jangan dikait- kaitkan. Saya tidak bakat itu, ngapain saya jauh ke pertambangan, kalau mau main proyek banyak proyek provinsi itupun saya larang keluarga saya karena kita jaga integritas kita,” ungkapnya.

“Kalau ada pelanggaran saya jaminan akan cabut izinnya,” sambungnnya kemudian.

Mantan Bupati Banteng dua periode itu mengatakan bukan pertama kalinya ia mendapatkan penolakan terhadap kegiatan reklamasi. Bahkan sejak proyek Center Poin of Indonesia didirikan, pihaknya mulai mendapat penolakan bertubi-tubi.

Namun, ia menampik bahwa pihaknya telah mengusulkan ke Duntuk membuat perda zonasi.

“Jadi penambangan tidak boleh lagi dekat pinggir pantai. Jadi harus dilakukan di sekitar 8 mil, jadi jaraknya jauh sekali,” bebernya.

Ia menjelaskan proyek Makassar New Port bukan hanya sekedar persoalan bisnis, melainkan menjadi salah satu proyek penopang ekonomi nasional termasuk ekonomi masyarakat Sulsel.

“Apalagi sekarang kita (Sulsel) sudah direct ekspor yah tentu menjadi salah satu pemicu para pembangun industri masuk ke Sulsel,” jelasnya. (Anti/fajar)

Bagikan berita ini:
10
9
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar