Prof Rudy Minta Warga Tak Khawatir Sanksi Perwali Jika Protokol Kesehatan Diterapkan


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Penjabat Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin meminta masyarakat tidak khawatir dengan penerapan sanksi Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 51 dan 53 tahun 2020.

Perwali nomor 51 sendiri mengatur mengenai penerapan disiplin dan penegakan hukum Protokol Kesehatan. Sementara perwali nomor 53 mengatur tentang pedoman penerapan protokol kesehatan pada pelaksanaan kegiatan pernikahan di hotel dan pertemuan di Kota Makassar.

Menurut Prof Rudy, hadirnya perwali tersebut hanya ingin membuat masyarakat Kota Makassar sadar akan pentingnya penerapan protokol kesehatan covid-19 pada setiap kegiatannya. Jika masyarakat mematuhi protokol kesehatan, secara otomatis sanski denda yang dikenakan pasti tidak berlaku.

“Tolong jangan ditakuti sanksinya.Orang-orang yang merasa resah dengan sanksi perwali saya asumsikan orang-orang yang mau melanggar. Kalau protokol kesehatan dilaksanakan, tidak ada yang kena sanksi. Kenapa harus takut,” kata Prof Rudy saat menghadiri Sosialisasi Perwali Nomor 51 dan 53 tahun 2020 di Mal MaRi, Jumat (18/9/2020).

Prof Rudy berharap, semua elemen masyarakat wajib terlibat di dalam kegiatan pengendalian covid-19 jika mencintai Kota Makassar. Keterlibatan kecil diantaranya menggunakan masker untuk diri sendiri. Namun yang lebih penting mensosialisasikan tentang protokol kesehatan di lingkungan masing-masing.

“Alhamulilah covid-19 masih terkendali dengan baik. Kita tidak ingin ada PSBB lagi karena ekonomi pasti mati. Untuk itu saya mengajak warga Kota makasssar, mari kita selalu sadar dan berpikir positif bahwa yang kita lakukan ini demi untuk keselamatan kita semua,” katanya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...