Sektor Pertambangan Topang Ekspor Sulsel, Jepang Masih Tujuan Utama

Ilustrasi ekspor

FAJAR.CO.ID. MAKASSAR- Kegiatan ekspor di Sulawesi Selatan nampaknya tidak mendapat pengaruh yang berarti meski di tengah pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan, Dewa Nyoman Mahendra, saat dikonfirmasi Jumat (18/9/2020).

Bahkan ia mengatakan sektor pertambangan menjadi salah satu sektor penopang kinerja eskpor Sulsel pada Januari hingga Juli 2020 semakin membaik.

Selain sektor pertambangan, dua sektor utama lainnya juga turut andil dalam meningkatkan perekonomian di Sulawesi Selatan yakni sektor industri dan sektor pertanian.

“Masing-masing sektor berkontribusi sebesar 60,76 persen untuk sektor pertambangan, 19,96 persen sektor industri dan 19,28 persen sektor pertanian,” ucapnya, Jumat (18/9/2020).

Dewa Nyoman menambahkan, terdapat lima komoditas unggulan dari tiga sektor tersebut yang berkontribusi pada nilai ekspor Sulsel seperti nikel, rumput laut, karagenan, udang segar, dan mete kupas.

Adapun negara tujuan ekspor komoditas tersebut yaitu Jepang, China, Amerika Serikat, Malaysia, dan Vietnam, dengan kontribusi masing-masing 60,57 persen, 18,30 persen, 5,58 persen, 3,29 persen, dan 1,75 persen.

Sebelumnya, diketahui neraca perdagangan Sulsel sejak Januari hingga Juni mengalami surplus sebesar US$175,86 juta.

Ia mengaku, dalam kondisi pandemi wabah Covid-19, trend positif nilai ekspor Sulsel harus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Untuk itu, Dewa Nyoman menyebut pihaknya telah membangun strategi agar performa ekspor Sulsel dapat bertumbuh signifikan di tahun -tahun yang akan datang.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...