Sindir ‘Manajemen Dua Minggu’ Presiden Jokowi, Rizal Ramli: Kebanyakan Meleset dan Offside

Ekonom Rizal Ramil -- jpnn

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memberikan target baru kepada jajarannya untuk menurunkan pandemi Covid-19.

Dalam waktu dua minggu, kasus Covid-19 di sembilan provinsi episentrum harus turun. Sembilan provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Kalsel, Sulsel, Bali, Sumut, dan Papua.

Sembilan provinsi tersebut menyumbang 75 persen dari total kasus kumulatif nasional dan 68 persen dari total kasus aktif.

Untuk melaksanakan tugas tersebut, Presiden Jokowi menunjuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut diminta mendampingi Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Tugas itu bukan hal baru bagi Luhut. Sebab, saat ini dia juga menjabat wakil ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Manajemen ‘Dua Minggu’ ala Presiden Joko Widodo ini pun mendapat sindiran dari tokoh nasional, Rizal Ramli. Pasalnya bukan kali ini saja, Jokowi menggunakan kata ‘dua minggu’.

“Ayo naon jeng “Manajemen 2 Minggu” ? Kebanyakan meleset dan off-side, weak follow-up & poor management..,” tulis Rizal Ramli di akun Twitternya, Jumat (18/9/2020).

Diketahui, batas waktu dua minggu pernah dipakai Presiden Jokowi untuk proses pencairan bantuan subsidi gaji. Meski hingga saat ini bantuan tersebut belum dinikmati secara keseluruhan.

Jauh sebelumnya, Jokowi juga memberikan deadline dua minggu untuk penyelesaian RS Corona di Pulau Galang. Kata ”dua minggu” juga pernah dipakai untuk memberikan penekanan kepada jajaran kabinet agar fokus bekerja. (msn/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...