Sukses Tekan Kasus Positif Covid-19, Selandia Baru Optimis Ekonomi Lekas Pulih

Selandia Baru. (int)

’’Bahkan, dengan tambahan larangan baru-baru ini, posisi penduduk yang kembali beraktivitas masih lebih baik ketimbang Australia,’’ terang Ardern.

Perbatasan internasional Selandia Baru diprediksi baru akan dibuka pada Januari 2022. Peluang ekonomi memburuk masih ada. Meski begitu, survei menunjukkan bahwa dukungan penduduk terhadap strategi pemerintah untuk mengatasi Covid-19 masih tinggi. Selandia Baru juga tak sendiri. Saat ini, setidaknya ada 28 negara yang mengalami resesi sejak terjadinya pandemi.

Menurut Ananish Chaudhuri, profesor bidang ekonomi di Auckland University, lockdown saja memang tak cukup. Penutupan perbatasan dalam jangka waktu lama seperti Selandia Baru harus dilakukan untuk menghindari penularan. Jika tidak, mayoritas populasi di dunia harus divaksinasi. Itu akan jadi tantangan logistik tersendiri.

Masalah lainnya, tak semua negara mampu membeli vaksin yang mahal. Oxfam mengungkapkan, lebih dari separo dosis dari lima jenis vaksin yang menjanjikan sudah dipesan oleh negara-negara kaya.

Sebanyak 51 persen produksi vaksin dibeli oleh negara yang hanya merepresentasikan 13 persen dari populasi dunia. Jika lima vaksin itu akhirnya berhasil dibuat dan diproduksi, sekitar 61 persen populasi dunia harus menunggu hingga 2022.

’’Akses atas vaksin yang bisa menyelamatkan nyawa itu seharusnya tidak bergantung pada di mana Anda tinggal atau berapa banyak uang yang Anda miliki,’’ tegas Robert Silverman dari Oxfam America. (JPC)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar