Uang Denda Pelanggar Protokol Kesehatan Jadi Pembeli Masker

Kepala Satpol PP Makassar, Iman Hud

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar punya cara unik mengelola hasil denda Perwali 51 pelanggar protokol kesehatan. Uang sebesar Rp100 ribu dari pelanggar tak masuk di kas daerah, namun langsung dibelikan masker untuk dibagikan kepada masyarakat.

Sebelumnya, Pemerintah Kota(Pemkot) Makassar gencar menggelar operasi Yustisi penerapan protokol kesehatan. Sesuai Peraturan Wali Kota (Perwali) Makassar No. 51, sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan dikenakan denda untuk perorangan maksimal Rp 100 sedangkan perusahaan hingga Rp20 Juta.

Kepala Satpol PP Kota Makassar, Iman Hud mengungkapkan, hingga saat ini, pihaknya masih belum memberlakukan sanksi denda berupa uang yang diberikan dari puluhan pelanggar protokol kesehatan. Alasannya, pihaknya tak berani menerima uang yang rentan akan disalahartikan sebagai pungutan liar (pungli).

“Tapi kalau sampai sekarang kita tidak berani berani sanksi uang, kalau diberikan uang, saya suruh saja beli masker kalau uang dipegang kan kadang disalah artikan,” ungkap Iman saat dihubungi, Jumat (18/9/2020).

Selain itu, Iman menuturkan, pihaknya masih dilema untuk menerapkan sanksi denda. Sebab, tim Satpol yang turun menertibkan tak paham juknis mengenai penerimaan uang sebagai sanksi.

“Belum tahu bagaimana sistemnya atau masuk ke kas daerah karena yang turun dari tim yang tidak berhubungan dengan masalah keuangan, makanya saya lebih banyak pada pembelajaran,” terangnya

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...