Soal Kerusuhan di Kendari, Pangdam XIV Hasanuddin Bilang Begini

Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka saat melakukan kunjungan di Batalyon Infanteri 726 Tamalatea, Lappacenrana, Bone. (FOTO: AGUNG PRAMONO)

FAJAR.CO.ID, BONE — Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka meminta kepada masyarakat di Kendari, Sulawesi Tenggara untuk menahan diri dan tidak terprovokasi.

Mengingat pada Kamis, 17 September ribuan orang yang turun ke jalan, mengadang sejumlah pengendara roda dua dan roda empat. Tidak hanya itu, mereka ikut merusak fasilitas umum di sepanjang jalur yang dilewati.

Ini merupakan buntut dari sejumlah keluhan salah satu kelompok pemuda di Kota Kendari. Mereka protes, kasus dugaan pelecehan terkait suku yang dilaporkan di media sosial tidak ditangani maksimal oleh penegak hukum.

“Memang kita prihatin atas kejadian itu. Saya berharap semua bisa menahan diri dan serahkan sepenuhnya ke aparat penegak hukum untuk menyelesaikan masalah itu,” kata Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka Sabtu (19/9/2020).

Jenderal berpangkat bintang dua itu menuturkan, memang sekarang kasus itu sementara diselidiki dan kasus hukumnya tetap berproses.

“TNI- Polri di sana bersinergi. Dan mereka laporan juga untuk disampaikan ke saya. Intinya kita berharap semua menahan diri, tidak terpancing, dan tidak terprovokasi,” tegas mantan Kabinda Sulawesi Tenggara itu. (agung/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...