Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Kejagung Segera Ditetapkan, Begini Penjelasan Mabes Polri

BUKA GARIS POLISI: Aparat kepolisian membuka garis polisi yang terpasang di area gedung Kejaksaan Agung (Kejagung). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Bareskrim Polri langsung bergerak setelah meningkatkan kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) ke tahap penyidikan. Kemarin (18/9) penyidik kembali melakukan gelar perkara untuk merencanakan teknis penyidikan.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Awi Setiyono menjelaskan bahwa fokus gelar perkara kemarin adalah perencanaan penyidikan.

”Perencanaan apa yang akan dilakukan ke depan,” ujarnya.

Berdasar keterangan sebelumnya, kebakaran di gedung utama Kejagung diduga kuat bermula dari api di ruang rapat biro kepegawaian.

Nah, penyidik akan melakukan pemanggilan terhadap saksi yang potensial menjadi tersangka. ”Di situlah fokus pemeriksaan ke depan,” ucapnya.

Yang pasti, lanjut Awi, penyidik akan mengungkap apakah perbuatan tersebut merupakan kesengajaan atau kealpaan.

Pihaknya meminta publik menunggu perkembangan kerja penyidik. ”Kami akan sampaikan hasil penyidikannya,” kata dia.

Dalam tahap penyelidikan, tim Bareskrim memeriksa 131 saksi. Antara lain terdiri atas office boy, pegawai kejaksaan, petugas keamanan, serta ahli pidana dan ahli kebakaran.

Di bagian lain, anggota Komisi III M. Nasir Djamil mengapresiasi langkah kepolisian yang meningkatkan kasus kebakaran gedung Kejagung ke tahap penyidikan setelah menemukan unsur pidana dari peristiwa tersebut.

Sejak awal pihaknya sudah curiga bahwa gedung utama Kejagung dibakar. Menurut dia, api berkobar lama dan upaya mobilisasi mobil pemadam kebakaran juga tidak cepat.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...