Wisata Covid-19 Sulsel Jadi Program Nasional, Berikan Pelayanan Terbaik

Bersama Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat, Doni Monardo, Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mendapat penjelasan langsung dari Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari.

Berbeda jika memiliki penyakit bawaan atau gejala, memang mesti mendapat perawatan di rumah sakit. Tetapi, OTG cukup mendapat tambahan gizi, edukasi, hingga penguatan sistem imun.”Mereka yang sukses untuk program ini pun, menjadi duta untuk memberi edukasi ke masyarakat. Sehingga masyarakat lebih bertanggung jawab terhadap pencegahan penularan covid-19 pada diri, keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.Ia menambahkan, kondisi ini sekaligus tak membuat ruang perawatan rumah sakit penuh. Pelayanan untuk mereka yang dirawat dengan penyakit penyerta dan gejala, bisa lebih optimal Kapasitas ruang perawatan pun lebih lapang.

Mengalihkan Perawatan

Sementara itu, Epidemolog Unhas, Prof Ridwan Amiruddin saat awal pandemi provinsi lain belum melakukan itu, Sulsel sudah lebih dahulu mengambil langkah. Makanya tak ada penumpukan perawatan rumah sakit, karena layanan tanpa gejala dialihkan ke hotel.

Kata dia, ada lebih dari 4.000 alumni program tersebut yang telah sepenuhnya dan dikembalikan ke masyarakat. “Ini menjadi model penanganan pertama, yang dilakukan daerah sebagai langkah penanganan pasien berstatus OTG,” paparnya tadi malam.

Tak Perlu PSBB

Ditambahkan epidemolog Ansariadi, batas maksimal kapasitas tempat tidur di Kota Makassar mencapai 2.681. Sekarang yang terpakai baru kurang lebih 900 tempat tidur saja. Jadi, kemampuan menangani kasus di Makassar jauh lebih bagus. “Jadi belum ada gejala seperti harus PSBB karena tempat tidur kalau kita swab massal dan perlu isolasi masih memungkinkan ditangani,” jelasnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar