Wisata Covid-19 Sulsel Jadi Program Nasional, Berikan Pelayanan Terbaik

Bersama Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat, Doni Monardo, Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mendapat penjelasan langsung dari Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Program wisata covid-19 yang diterapkan Pemprov Sulsel jadi perhatian nasional. Pemerintah pusat pun meminta daerah di Indonesia meniru program tersebut.

Pemerintah pusat kini mengadopsi program wisata covid-19. Tidak heran, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan memuji program tersebut.

“Khususnya di delapan provinsi penyumbang angka terbesar kasus penderita covid-19 di Indonesia, agar mencontoh langkah Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam penaganan covid-19,” paparnya.

Ia menilai program inovasi karantina bagi pasien terkonfirmasi positif non gejala, menekan penularan. Termasuk tidak menularkan keluarganya yang lain.

“Saya ingin agar pasien OTG dan pasien yang bergejala ringan, dapat dirawat di pusat karantina, agar tidak berpotensi menularkan kepada keluarga mereka,” paparnya.

Ahli Epidemologi UMI, Fatmah Afrianty Gobel mengatakan, program duta wisata covid-19 perlu diapresiasi. Langkah ini berbeda dari biasanya. Menjauhkan penanganan covid-19, dari kesan menakutkan. Jauh dari stigma negatif.

Menurutnya Sulsel menjadi pioner yang sekarang diikuti provinsi lain. Memang, kata dia, yang dibutuhkan adalah dukungan psikologis dan sosial. Menjadikan upaya penanganan OTG lebih humanis.

“Bayangkan kalau orang dinyatakan positif covid-19. Itu saja sudah bikin stres dan bikin sistem imun bisa terjun bebas ke level terendah. Padahal justru imun itu yang dibutuhkan tubuh untuk melawan virus,” bebernya.Akan tetapi, melalui program wisata covid-19, penanganan OTG bisa lebih baik. Memberi pelayanan yang layak dan nyaman. Mendapat gizi yang baik, untuk meningkatkan sistem imunya untuk mematikan virus yang ada di dalam tubuh.

Berbeda jika memiliki penyakit bawaan atau gejala, memang mesti mendapat perawatan di rumah sakit. Tetapi, OTG cukup mendapat tambahan gizi, edukasi, hingga penguatan sistem imun.”Mereka yang sukses untuk program ini pun, menjadi duta untuk memberi edukasi ke masyarakat. Sehingga masyarakat lebih bertanggung jawab terhadap pencegahan penularan covid-19 pada diri, keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.Ia menambahkan, kondisi ini sekaligus tak membuat ruang perawatan rumah sakit penuh. Pelayanan untuk mereka yang dirawat dengan penyakit penyerta dan gejala, bisa lebih optimal Kapasitas ruang perawatan pun lebih lapang.

Mengalihkan Perawatan

Sementara itu, Epidemolog Unhas, Prof Ridwan Amiruddin saat awal pandemi provinsi lain belum melakukan itu, Sulsel sudah lebih dahulu mengambil langkah. Makanya tak ada penumpukan perawatan rumah sakit, karena layanan tanpa gejala dialihkan ke hotel.

Kata dia, ada lebih dari 4.000 alumni program tersebut yang telah sepenuhnya dan dikembalikan ke masyarakat. “Ini menjadi model penanganan pertama, yang dilakukan daerah sebagai langkah penanganan pasien berstatus OTG,” paparnya tadi malam.

Tak Perlu PSBB

Ditambahkan epidemolog Ansariadi, batas maksimal kapasitas tempat tidur di Kota Makassar mencapai 2.681. Sekarang yang terpakai baru kurang lebih 900 tempat tidur saja. Jadi, kemampuan menangani kasus di Makassar jauh lebih bagus. “Jadi belum ada gejala seperti harus PSBB karena tempat tidur kalau kita swab massal dan perlu isolasi masih memungkinkan ditangani,” jelasnya.

Batas untuk tempat isolasi termasuk hotel yang oleh Pemprov Sulsel mencapai 13.000. “Jadi kalau ada yang positif tanpa gejala kami masih bisa tampung di sini. Program ini memang membantu mengurangi kapasitas rumah sakit,” tambahnya.

Koordinator Layanan Duta Covid-19 Sabri mengatakan, pelayanan ini memang telah berjalan efektif. Dari enam hotel yang disediakan sebelumnya, saat ini Sisa dua hotel yang dioperasikan lantaran penanganan kasus OTG yang telah sembuh.

Dua hotel yang kini masih beroperasi untuk layanan duta wisata Covid-19 adalah Hotel Swissbell dan Hotel Almadera. “Jika bertambah pasien, kamar hotel pun akan kami tambah untuk kembali melakukan pelayanan bagi mereka yang OTG,” tambahnya. (FAJAR)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar