Tolak Pelajaran Sejarah Dihapus, Tsamara Amany: Harusnya Diperbaiki

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany menilai pelajaran sejarah harus tetap ada dalam kurikulum. Mata pelajaran ini perlu dipertahankan sebagai pelajaran wajib di sekolah menengah.

Dalam akun Twitternya, @TsamaraDKI, dia menolak mentah-mentah kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. Ia meminta Nadiem mengambil alternatif kebijakan lain daripada menghapus mapel sejarah, jika memang ingin memperbaiki kurikulum pendidikan SMA.

“Ramai soal pelajaran sejarah dihapus dari mapel wajib. Tidak setuju kalau dihapus, tapi sudah pasti mapel sejarah harus diperbaiki,” cuit Tsamara pada Sabtu (19/9/2020).

Politisi muda ini memandang siswa harus benar-benar memahami sejarah dari berbagai macam versi yang ada. Bukan sekedar menghapal. Karena sejatinya esensi mapel sejarah untuk sebagai instrumen dalam membentuk identitas dan karakter siswa.

“Pelajaran sejarah harusnya memahami sejarah dari berbagai versi sehingga betul-betul paham. Kalau belajar sejarah untuk hapalan sih memang disayangkan,” cetus Tsamara.

Sebelumnya Kemendikbud berencana menyederhanakan kurikulum pendidikan di Indonesia. Rencana tersebut tertuang dalam draf sosialiasi Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional tanggal 25 Agustus 2020.

Penghapusan sejarah yang masuk ke kelompok mata pelajaran jurusan IPS di SMA itu didasarkan pada pengklasifikasian mata pelajaran pada jenjang SMA.

Kemendikbud menyebut pengklasifikasian mata pelajaran SMA menjadi beberapa bagian, yaitu mata pelajaran dasar, mata pelajaran berdasarkan kelompok ilmu, dan pendidikan kecakapan hidup dan vokasi.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...