Guru Honorer ‘Disuntik’ Rp2,4 Juta, Begini Skemanya

ILUSTRASI.

Berbeda dengan Bitung, Tomohon dan Bolmut, Kepala Dinas Pendidikan Bolmong Selatan (Bolsel) Rante Hattani, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima info resmi dari pusat. “Belum ada. Namun apabila sudah menerima juknis terkait bantuan tersebut. Maka kami siap menindaklanjuti,” jamin Hattani. Menurutnya jumlah guru honorer sekitar 517 tenaga pendidik.

200 guru honorer di Kabupaten Bolmong juga siap menantikan bantuan. “Saat ini sebanyak 250 orang guru sebagai honor daerah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Renti Mokoginta. 250 orang tersebut merupakan tenaga honorer di semua sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Bolmong.

Terpisah, menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Minsel Fietber Raco, informasi akan adanya dukungan pusat untuk guru honorer yang ada di daerah, merupakan kebijakan yang sangat baik. Apalagi menurut Raco, direncanakan akan ada kebijakan yakni pemberiaan jatah 50 persen dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membayar upah para guru honorer. “Tentu saja ini yang kami harapkan sejak lama. Karena selama ini guru honorer hanya mendapat upah 15 persen dari dana BOS,” ujarnya.

Menurut Raco, selama ini baru sekolah swasta yang guru honorernya ditanggung 50 persen dari dana BOS. Kebijakan dari Menteri Pendidikan akan menambah semangat para guru honorer negeri khususnya di Kabupaten Minsel. “Di daerah ini ada 480 guru honorer yang surat keputusannya dikeluarkan oleh Bupati Minsel Chriatiany Eugenia Paruntu. Tapi ada juga guru honorer yang SK-nya dikeluarkan oleh kepala sekolah yang bersangkutan. Tapi mulai tahun 2020 ini, tidak ada lagi Kepsek yang bisa mengeluarkan SK guru honorer. Semua tertib,” katanya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar