Guru Honorer ‘Disuntik’ Rp2,4 Juta, Begini Skemanya

ILUSTRASI.

Senada. Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Riviva Maringka mengatakan, pihaknya belum menerima juknis resmi untuk bantuan bagi tenaga pengajar honorer. Namun dia mengatakan hal tersebut akan baik untuk menunjang 966 guru honorer di Minahasa selama pandemik Covid-19. “Kalau ada bantuan berupa tunjangan uang bagi mereka, tentunya akan menunjang perekonomian mereka,” singkatnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Djoli Mandak menjelaskan, jumlah Guru Honor atau Guru Tidak Tetap (GTT) SD dan SMP di Kabupaten Kepulauan Sangihe berjumlah 700-an lebih. “Berdasarkan data yang ada untuk SD 493 dan SMP 222,” sambungnya. Untuk Sitaro guru honorer ada 376 orang. Sementara untuk Kota Kotamobagu, terdapat 158 THL yang didanai APBD. Mulai dari TK-SMP. Kemudian, untuk Kota Manado ada 3.859 guru honorer yang bertugas PAUD, SD dan SMP.

Untuk Kabupaten Boltim, sebanyak 324 tenaga guru tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Boltim telah menerima Surat Keputusan (SK) guru kontrak di tahun 2020. Kebijakan perpanjangan masa kerja tersebut diberikan pemda sebagai bentuk kepedulian terhadap semua guru. Terutama di masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Boltim Yusri Damopolii SPd MM mengatakan, penyerahan SK telah diserahkan kepada 324 tenaga guru kontrak dan juga 113 tenaga operator sekolah. “Selain pengisian akibat adanya kekosongan tenaga guru. Penyerahan SK guru kontrak ini juga sebagai bentuk kepedulian Bupati Boltim. Tentunya, lewat SK ini pak bupati bermaksud untuk membantu supaya para guru ada tambahan penghasilan dimasa pandemi Covid-19,” ujar Dampolii, pada Rabu (16/09) kemarin. Diketahui, jumlah guru kontrak maupun tenaga operator sekolah yang menerima SK Bupati Boltim sebanyak 440 orang, dengan rincian, 171 guru SMP, 153 guru SD dan 113 tenaga operator sekolah.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar