Guru Honorer ‘Disuntik’ Rp2,4 Juta, Begini Skemanya

ILUSTRASI.

FAJAR.CO.ID, MANADO — Kabar gembira menghampiri ribuan guru honorer di Sulawesi Utara (Sulut). Pemerintah pusat sedang menyiapkan subsidi gaji sebesar Rp2,4 juta tiap guru honorer. Skemanya mirip dengan bantuan untuk karyawan bergaji di bawah Rp5 juta.

Informasi ini disambut baik pemerintah kabupaten/kota di tanah Nyiur Melambai. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bitung Julius Ondang, melalui Sekretaris Meylinda Salideho mengatakan, sudah mendengar ihwal bantuan dari pemerintah pusat kepada guru honorer. “Dinas mensuport dan menindaklanjuti administrasi yang diperlukan. Total guru honorer sebagai mana data yang ada yakni 465,” sebut Salindeho.

Untuk Kota Tomohon, dari 300 Guru Tidak Tetap (GTT) alias guru honorer, setengah dari jumlah tersebut, diungkapkan Kepala Dinas Dikda Tomohon Dolvin Karwur, melalui Kabid Pendidikan Dasar Selvie Poluan, telah mendapatkan bantuan Rp600 ribu perbulan. “Sudah sementara disalurkan. Teknis-nya dua bulan sekali kita bayarkan. Guru Honorer yang ber SK wali kota saja,” sebutnya, ketika diwawancarai Minggu (20/9).

Dirinya melanjutkan, penyaluran bantuan pusat bagi para Guru Honorer tersebut, dialokasikan pihaknya ke APBD TA 2020 di Pos Dana Alokasi Umum (DAU). “Sudah tertata di DAU tahun ini. Kalau tidak salah penyalurannya sampai Bulan November,” tutup dia.

Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Bolmut, Sulaha Mokodompis menambahkan, jumlah keseluruhan guru honorer daerah berjumlah 162 orang. “Benar ada bantuan dari pusat yang diberikan kepada guru honorer,” sebutnya. “Meskipun bantuan belum diterima, namun rencana bantuan ini patut diapresiasi. Pasalnya, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap guru honorer, ungkap Mokodompis.

Berbeda dengan Bitung, Tomohon dan Bolmut, Kepala Dinas Pendidikan Bolmong Selatan (Bolsel) Rante Hattani, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima info resmi dari pusat. “Belum ada. Namun apabila sudah menerima juknis terkait bantuan tersebut. Maka kami siap menindaklanjuti,” jamin Hattani. Menurutnya jumlah guru honorer sekitar 517 tenaga pendidik.

200 guru honorer di Kabupaten Bolmong juga siap menantikan bantuan. “Saat ini sebanyak 250 orang guru sebagai honor daerah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Renti Mokoginta. 250 orang tersebut merupakan tenaga honorer di semua sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Bolmong.

Terpisah, menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Minsel Fietber Raco, informasi akan adanya dukungan pusat untuk guru honorer yang ada di daerah, merupakan kebijakan yang sangat baik. Apalagi menurut Raco, direncanakan akan ada kebijakan yakni pemberiaan jatah 50 persen dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membayar upah para guru honorer. “Tentu saja ini yang kami harapkan sejak lama. Karena selama ini guru honorer hanya mendapat upah 15 persen dari dana BOS,” ujarnya.

Menurut Raco, selama ini baru sekolah swasta yang guru honorernya ditanggung 50 persen dari dana BOS. Kebijakan dari Menteri Pendidikan akan menambah semangat para guru honorer negeri khususnya di Kabupaten Minsel. “Di daerah ini ada 480 guru honorer yang surat keputusannya dikeluarkan oleh Bupati Minsel Chriatiany Eugenia Paruntu. Tapi ada juga guru honorer yang SK-nya dikeluarkan oleh kepala sekolah yang bersangkutan. Tapi mulai tahun 2020 ini, tidak ada lagi Kepsek yang bisa mengeluarkan SK guru honorer. Semua tertib,” katanya.

Senada. Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Riviva Maringka mengatakan, pihaknya belum menerima juknis resmi untuk bantuan bagi tenaga pengajar honorer. Namun dia mengatakan hal tersebut akan baik untuk menunjang 966 guru honorer di Minahasa selama pandemik Covid-19. “Kalau ada bantuan berupa tunjangan uang bagi mereka, tentunya akan menunjang perekonomian mereka,” singkatnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Djoli Mandak menjelaskan, jumlah Guru Honor atau Guru Tidak Tetap (GTT) SD dan SMP di Kabupaten Kepulauan Sangihe berjumlah 700-an lebih. “Berdasarkan data yang ada untuk SD 493 dan SMP 222,” sambungnya. Untuk Sitaro guru honorer ada 376 orang. Sementara untuk Kota Kotamobagu, terdapat 158 THL yang didanai APBD. Mulai dari TK-SMP. Kemudian, untuk Kota Manado ada 3.859 guru honorer yang bertugas PAUD, SD dan SMP.

Untuk Kabupaten Boltim, sebanyak 324 tenaga guru tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Boltim telah menerima Surat Keputusan (SK) guru kontrak di tahun 2020. Kebijakan perpanjangan masa kerja tersebut diberikan pemda sebagai bentuk kepedulian terhadap semua guru. Terutama di masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Boltim Yusri Damopolii SPd MM mengatakan, penyerahan SK telah diserahkan kepada 324 tenaga guru kontrak dan juga 113 tenaga operator sekolah. “Selain pengisian akibat adanya kekosongan tenaga guru. Penyerahan SK guru kontrak ini juga sebagai bentuk kepedulian Bupati Boltim. Tentunya, lewat SK ini pak bupati bermaksud untuk membantu supaya para guru ada tambahan penghasilan dimasa pandemi Covid-19,” ujar Dampolii, pada Rabu (16/09) kemarin. Diketahui, jumlah guru kontrak maupun tenaga operator sekolah yang menerima SK Bupati Boltim sebanyak 440 orang, dengan rincian, 171 guru SMP, 153 guru SD dan 113 tenaga operator sekolah.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan subsidi gaji untuk 1,8 guru honorer. Nantinya, subsidi gaji itu akan dikoordinasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di bawah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. “Disampaikan juga, ada program untuk guru honorer sejumlah 1,8 juta yang nanti akan dilaksanakan Kemendikbud,” ujar Airlangga dalam Konferensi Pers Komite Penanganan COVID-19 dan PEN pekan lalu.

Airlangga menerangkan skema subsidi gaji tersebut serupa dengan subsidi gaji pekerja bergaji di bawah Rp5 juta yang disalurkan melalui Kementerian Ketenagakerjaan. Itu berarti, setiap guru honorer akan mendapatkan insentif sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, atau totalnya Rp2,4 juta. “Kebijakan sama dengan subsidi gaji,” tambahnya.

Sebelumnya, satuan tugas (satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi (PEN) mengklaim telah menyalurkan subsidi gaji kepada 398.637 guru honorer dan tenaga pendidik sampai 14 September 2020. Sehingga, bila ditotal dana PEN yang sudah disalurkan pada seluruh pekerja bergaji di bawah Rp5 juta penerima subsidi gaji tersebut mencapai Rp7 triliun. Jumlah itu, setara 17,43% dari pagu anggaran Rp37,87 triliun.(Tim MP/jpc)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar