Komitmen Pembangunan Trasnportasi Berbasis Rel Momentum Program Prioritas Pemerintah

Wakil Ketua DPR-RI Kunjungi PT KAI—Wakil Ketua DPR-RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel mendengarkan dengan seksama penjelasan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI)  Hartantyo mengenai jalur kereta api di  Pulau Jawa, di Kantor Pusat PT KAI, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (19/09).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Pemerintah dan berbagai pihak terkait harus berkomitmen kuat menjadikan transportasi massal berbasis rel sebagai primadona infrastruktur pengangkutan penumpang, kargo, dan barang yang strategis. Komitmen ini mendesak di tengah tuntutan penyediaan tarsnportasi pengangkutan penumpang yang cepat dan tinggi, efisiensi biaya logistik yang kompetitif, dan penghematan anggaran negara untuk biaya pemeliharaan maupun perawatan infrastturut transportasi lainnya.

“Sebagai lembaga kontrol, saya melihat hal ini mendesak. Kita ingin efisien dan kompetitif dalam pertarungan ekonomi global dan pertumbuhan ekonomi, namun kita membiarkan PT KAI (Kereta Api Indonesia) berjibaku sendiri. Kita tidak bisa membiarkan PT KAI berpikir sendirian melakukan pemeliharaan infrastruktur PT KAI yang relatif tua, restorasi stasiun dan aset yang luar biasa besar menjadi baik dan menarik, serta  mengadakan investasi baru untuk angkutan massal berbasis rel yang modern. Pemerintah harus mengambil momentum di era pandemi saat ini perbaikan menyeluruh PT KAI,” kata Wakil Ketua DPR Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel,  di atas KA Parahyangan Jakarta-Bandung, Sabtu (19/09/2020), dalam rangka kunjungan kerja ke Kantor Pusat PT KAI, di Bandung Jawa Barat.

Menurut Rachmat, kunjungan kerja ke PT KAI dengan transportasi kereta untuk merasakan dan mendengarkan secara  langsung keunggulan dan permasalahan transportasi berbasis rel. Perjalanan ini selain mengetahui fakta secara langsung, sekaligus sebagai mekanisme kontrol DPR. Pihaknya, ingin mengetahui efektivitas rencana pemerintah untuk memberikan tambahan  penanaman modal negara (PMN) sebesar Rp 3,6 triliun membantu PT KA menghadapi beban krisis ekonomi akibat dihantam pandemi Covid-19. Sebelumnya pada tahun 2015,  BUMN strategis ini mendapat PMN sebesar Rp 2 triliun dan tahun 2017 mendapat tambahan PNM Rp 2 triliun, sehingga totalnya akan  menjadi Rp 7,6 triliun.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...