Pemda Gowa Harus Serius, Relokasi Pedagang Jangan Sekadar Proyek

ILUSTRASI. Pasar Tradisional

FAJAR.CO.ID, GOWA — Pasar tumpah di sepanjang jalan Poros Pallangga, Gowa bakal ditertibkan. Akan dipindahkanke Pasar Induk Bontorea. Pembangunanya sedang dimulai. Saat ini sudah penimbunan dan pemadatan lahan. Pemkab Gowa menyiapkan lahan seluas satu hektare.

Akhir bulan ini ditargetkan selesai. Lalu dilanjutkan pembangunan fisik. Namun pembangunan pasar diharapkan tidak sekadar menghabiskan anggaran. Pemerintah harus memastikan pedagang bisa dipindahkan ke pasar. Pengguna jalan mengeluhkan kemacetan yang terjadi.

Perjalanan dari Gowa ke Makassar cukup lama. Dua jam. Setara perjalanan dari Bantaeng ke Takalar. “Ini menghambat sekali. Begitu masuk wilayah Gowa, terasa macetnya. Seperti daerah tak terurus,” protes Ali, pengguna jalan, Minggu, 20 September.

Menurutnya, pembangunan pasar jangan sekadar proyek. Tetapi harus dipikirkan kegunaannya. Jangan sampai sudah dibangun, pedagang tak mau dipindahkan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (disperdastri) Kabupaten Gowa, Andi Sura Suaib, mengatakan,anggaran penimbunan lahan disiapkan Rp1,5 miliar. Sementara pembangunan fisiknya, disiapkan anggaran Rp2,3 miliar lebih.

Saat ini, masih proses lelang. “Kalau sudah selesai, pedagang sayur dan buah di depan stadion dan Panciro langsung dipindahkan,” kata Andi Sura, Minggu, 20 September.

Pembangunan Pasar Induk Bontorea lanjutnya, akan menjadi solusi kemacetan yang sering terjadi. Dia mengakui setiap hari, Jalan Poros Pallang atau Cambayya-Panciro terlihat kumuh dan banyak pedagang di pinggir jalan. “Penjual sayur dan buah yang jam operasionalnya dari pukul 21.00- 10.00 wita memangkerap bikin macet,” imbuhnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...