Pendirian Rumah Ibadat Masih Kerap Dipersulit, Appi-Rahman: Hapus Diskriminasi

Appi-Rahman

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Persoalan klasik dalam relasi antara agama masih kerap dijumpai di Makassar. Salah satu diantaranya, mengenai pendirian rumah ibadat.

Khususnya untuk para pemeluk agama Nasrani. Pendirian rumah ibadat ini, tak gampang untuk mendapatkan izinnya.

Salah seorang warga Tionghoa, Phie Benny, mengatakan kemudahan mendapatkan izin mendirikan rumah ibadat harus menjadi atensi pemerintah ke depannya.

Menurutnya, jangan ada lagi warga Makassar yang merasa didera diskriminasi hanya karena persoalan tersebut.

Tak hanya itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Budi Luhur Makassar ini, meminta agar kepala daerah Makassar kedepannya juga sekiranya bisa memberikan keringanan pajak untuk para pelaku usaha.

“Terpenting pula adalah mengenai insentif guru sekolah minggu. Saya rasa Appi-Rahman bisa mewujudkan itu. Apalagi sudah diiyakan. Kami dari warga Tionghoa siap mendukungnya,” tandasnya, Senin (21/9/2020).

Calon wali kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bila kedepannya diberikan amanah memimpin Kota Makassar bersama dengan Rahman Bando, ia akan berupaya semaksimal mungkin memerangi adanya diskriminasi antar agama ini.

Menurut pria yang akrab disapa Appi ini, keberagaman itu indah. Karena itu, diskriminasi haruslah dihilangkan di Makassar. Jangan lagi ada yang dibeda-bedakan karena persoalan agama.

Terkait pendirian rumah ibadat, Appi menegaskan, akan berupaya memberikan kelonggaran untuk membangun. Selama, kata Appi, tanah yang hendak dibanguni rumah ibadat tersebut tidak dalam sengketa.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...