Perusahaan Tambang Luhut Untung di Tengah Pandemi, Iwan Sumule: Kok Urus Negara Bisa Rugi?


FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan diketahui memiliki emiten tambang yaitu PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA).

Baru-baru ini, perusahaan itu resmi menyandang nama baru menjadi PT TBS Energi Utama Tbk mulai hari ini, Senin, 21 September 2020.

Meski begitu, perdagangan efek bersifat ekuitas dari perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap menggunakan kode TOBA.

Sebagai informasi, perusahaan milik Luhut itu membukukan kinerja keuangan yang positif pada awal tahun 2020.

Dilansir dari laporan keuangan perusahaan, TOBA mengantongi pendapatan sebesar US$219,24 juta, turun 4,96% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp230,70 juta.

Meski begitu, TOBA mencatat pertumbuhan laba bersih yang signifikan pada semester I 2020, yakni mencapai 60,41% dari US,86 juta menjadi US$20,,63 juta.

Torehan laba tersebut ditopang oleh keberhasilan perusahaan dalam menekan rugi selisih kurs hingga 90,46% dari US$677.272 pada Juni 2019 menjadi US$64.558 pada Juni 2020.

Ditambah lagi, beban pokok pendapatan juga turun 2,37% dari US$184,62 juta pada tahun lalu menjadi US$180,23 juta pada tahun ini.

Melihat kinerja perusahaan tambang milik Luhut itu, Ketua Majelis ProDEM Iwan Sumule ikut memberikan komentar.

“Hebatnya Luhut Pandjaitan. Disaat pandemi, perusahaan miliknya tetap mampu meraih laba/untung,” tulisnya di akun Twitternya, Senin (21/9/2020).

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...