Soal BPNT Beras Plastik, DPR Curiga Pasti Ada Oknum yang Korupsi


FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf turut menyorti terkait dengan ditemukannya beras plastik yang merupakan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Hal tersebut diketahui, setelah sejumlah Keluarga Penerima Manfaat atau KPM di Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat baru-baru ini.

Ia meminta Menteri Sosial (Mensos) untuk segera mengklarifikasi serta mengevaluasi pola dan mekanisme distribusi beras bansos BPNT tersebut.

Pasalnya, Kasus ini jelas sangat merugikan masyarakat karena bisa menimbulkan dampak negatif, khususnya ancaman bagi kesehatan mereka di kemudian hari.

Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi VIII itu dalam keterangannya kepada PojokSatu.id di Jakarta, Senin (21/9/2020).

“Kemensos harus angkat bicara dan menjelaskan kepada publik terkait insiden ini,” tegasnya.

Kalau tidak, kata Bukhori, temuan tersebut bisa menjadi preseden buruk bagi kinerja maupun reputasi Kemensos yang sudah cukup baik dibangun selama penanganan pandemi

“Kemensos perlu menurunkan tim khusus untuk menyisir sekaligus memetakan titik-titik distribusi yang memiliki potensi terjadinya penyelewengan,” ungkapnya.

Ia menilai, kasus di Cianjur itu bisa menjadi petunjuk awal untuk membongkar potensi penyimpangan serupa di sejumlah wilayah lain.

“Selain itu dari sisi teknis, pola dan tata kelola distribusi bantuan juga perlu diawasi secara cermat supaya kejadian serupa tidak berulang,” tuturnya.

Politisi PKS ini juga mengimbau Kemensos untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dalam mengusut kasus beras plastik tersebut.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...