APBN Defisit Rp500 Triliun, Rizal Ramli Pertanyakan Insentif Tenaga Medis

Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan Rizal Ramli

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan defisit APBN 2020 kembali melebar, mencapai Rp 500,5 triliun hingga akhir Agustus 2020. Defisit ini setara dengan 3,05 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Kondisi ini mendapat perhatian dari ekonom senior Indonesia, Rizal Ramli. Dia mempertanyakan pengelolaan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah saat ini.

Terlebih kata Menko Perekonomian itu, hingga saat ini belum semua tenaga medis baik dokter maupun perawat belum menerima pembayaran insentif yang dijanjikan pemerintah dalam penanganan Covid-19.

“Lho kemana aja tuh uang? Insentif dokter dan perawat saja belum semuanya dan sepenuhnya dibayar ! Payah amat sih,” kata Rizal di akun Twitternya, Selasa (22/9/2020).

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan pendapatan negara mencapai Rp 1.034,1 triliun atau turun 13,1 persen dibandingkan periode sama 2019.

Sementara belanja negara tercatat lebih besar, yakni mencapai Rp 1.534,7 triliun. “Agustus 2020 defisit sudah Rp 500,5 triliun atau 3,05 persen,” ujarnya.

Lebih lanjut, pada periode sama, realisasi penerimaan perpajakan sebesar Rp 798,1 triliun atau mencapai 56 persen dari target. Angka tersebut terkontraksi sebesar 13,4 persen dibandingkan periode tahun lalu.

Ditambahkan, realisasi belanja negara melonjak 10,6 persen dibanding periode sama 2019, seiring dengan akselerasi penanganan Covid-19. Belanja pemerintah pusat saja melonjak 14 persen mencapai Rp 977,3 triliun.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...