Dugaan Pelecehan Seksual oleh Oknum Dokter Rapid Test, Polisi Lakukan Ini

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan polisi memulai penyelidikan kasus dugaan pemerasan dan pelecehan seksual kepada LHI, 23, oleh oknum dokter rapid test. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA – Polres Bandara Soekarno Hatta telah memulai penyelidikan kasus dugaan pemerasan dan pelecehan seksual kepada LHI, 23, oleh oknum dokter rapid test. Penyidik rencananya akan memeriksa CCTV di Bandara Soekarno Hatta.

“Upaya-upaya yang dilakukan Polres Bandara Soetta telah bekerja sama dengan airport center yang ada di Bandara Soetta untuk meminta CCTV yang ada,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Selasa (22/9).

Melalui CCTV tersebut diharapkan bisa melihat gambaran peristiwa yang terjadi sesungguhnya. Koordinasi dengan pihak bandara sedang dilakukan guna mendapat akses CCTV tersebut.

Guna melengkapi penyelidikan awal, penyidik Polres Bandara Soekarno Hatta juga telah berangkat menuju Bali untuk menemui korban. Sebab, korban tak kunjung membuat laporan polisi usai unggahannya viral.

“Juga sudah berkoordinasi dengan pelaksana rapid test dalam hal ini PT Kimia Farma yang kemarin PT Kimia Farma penanggung jawabnya telah melakukan klarifikasi karena kita ingin tahu dia pelaku bekerja sebagai dokter atau petugas kesehatan,” jelas Yusri.

Sebelumnya, viral di media sosial bahwa telah terjadi pelecehan seksual di Bandara Soekarno Hatta. Kisah ini dibagikan oleh perempuan berinisial LHI, 23, selaku pemilik akun twitter @listongs.

LHI menyebut pelecehan itu terjadi saat dia menjalani rapid test yang disediakan oleh Bandara Soekarno Hatta sebagai syarat perjalanan menuju Nias, Sumatera Utara, pada Minggu (13/9). Hasil rapid test itu dinyatakan reaktif oleh sang dokter.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...