Laeli Atik Supriyatin 1,5 Tahun Hilang Kontak, Ibu: Saya Lemas, Mudah-mudahan Tidak Dihukum Mati

Djumadil Al Fajri dan Laeli Atik Supriyatin, pelaku pembunuhan dan mutilasi di Apartemen Kalibata City saat akan melakukan reka ulang

FAJAR.CO.ID, TEGAL — Sejumlah fakta baru sosok, Laeli Atik Supriyatin, pelaku pembunuhan dan mutilasi di Apartemen Kalibata City kembali terungkap.

Kali ini, fakta tersebut disampaikan langsung orang tuanya di Desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal.

Ibunda Laeli, Masliha (58) mengungkap, anak keempatnya itu sejak kecil selalu mendapatkan ranking di bangku sekolah.

Selanjutnya, Laeli melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia (UI) melalui program Bidikmisi.

“Anak saya mengambil FMIPA UI melalui program Bidikmisi. Karena sejak duduk di bangku SMA N 3 Slawi juga selalu mendapat prestasi di kelasnya,” katanya dilansir Radar Tegal, Selasa (22/9/2020).

Usai merampungkan S1, Laeli kemudian bekerja di perusahaan farmasi. Sejak tinggal di Jakarta, Laeli sudah jarang pulang ke kampung halamannya.

Bahkan, Sudah satu setengah tahun hilang kontak dengan anaknya.

Musliha mengaku, baru mengetahui Laeli jadi pelaku mutilasi setelah melihat pemberitaan di televisi.

Hal itu dipastikan dengan kabar yang disampaikan kakak Laeli yang juga tingggal di Jakarta.

Lantaran menyadari kesalahan besar yang dibuat Laeli, ia berharap anaknya itu tak dihukum mati.

“Saya lemas sekali melihat berita di televisi, mudah-mudahan tidak dihukum mati,” tambahnya.

Lebih lanjut, Masliha dan suaminya juga belum memiliki rencana untuk berangkat ke Jakarta.

Pasalnya, selain tidak tahu dan bingung berkenaan dengan kasus hukum, keluarga juga tidak mengetahui prosedur agar bisa menemui Laeli.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...