Pelanggar Protokol Kesehatan Tak Hafal Pancasila, Malah Garuk Kepala

Pelanggar Protokol Kesehatan Tak Hafal Pancasila, Malah Garuk Kepala

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Tingkah konyol terjadi selama operasi yustisi di Kota Makassar. Para pelanggar protokol kesehatan diberikan sanksi sosial.

Sanksi itu berupa penyebutan lima sila yang ada dalam Pancasila. Namun sayang, ada tiga remaja yang tidak hafal dengan ideologi Indonesia ini.

Tampak mereka yang tidak hafal hanya bisa garuk-garuk kepala di atas operasional polisi, saat diperintahkan menyebut sila dalam Pancasila.

Alhasil, remaja itu justru menjadi bahan tertawaan warga sekitar yang ada di sepanjang Jalan Riburane, wilayah hukum Polres Pelabuhan yang menggelar operasi yustisi bersama aparat gabungan.

“Sanksi sosial itu kami berikan karena beberapa dari mereka tidak pakai masker, saat berkumpul di tempat keramaian seperti di sini,” kata Kasat Sabhara Polres Pelabuhan, Iptu Asfada, Selasa (22/9/2020).

Ada beberapa remaja yang terjaring dalam operasi itu. Dua di antaranya adalah pelanggar yang tidak hafal Pancasila.

Selain sanksi sosial, para pelanggar protokol kesehatan juga diberikan sanksi tertulis oleh aparat dari Satpol PP Kota Makassar. Surat itu berisi pernyataan bahwa tidak akan keluar rumah jika tidak pakai masker.

Mereka diberi dua pilihan. Sesuai Perwali 51 dan 53 tahun 2020, mereka harus bayar denda Rp100 ribu atau membeli masker sebanyak 10 lembar.

“Kami kasih mereka pilihan itu sebagai langkah tegas kami dalam memutus mata rantai Covid-19. Kebijakan itu diterima oleh para pelanggar di lapangan,” tambah Iptu Asfada.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...