PPPK Pensiun atau Meninggal Sebelum Terima NIP, Bima Haria Wibisana: Mohon Maaf

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana. (Fisca Tanjung/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, 51 ribu honorer K2 yang lulus PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) hasil rekrutmen Februari 2019 belum resmi jadi aparatur sipil negara (ASN).

Mereka resmi menjadi ASN PPPK jika sudah diangkat yang ditandai dengan ditetapkannya Nomor Induk Pegawai (NIP) yang dikeluarkan BKN.

Itu berarti, selama belum diangkat, maka hak-hak berupa gaji serta tunjangan belum bisa diberikan.

“Jadi kalau ada yang meninggal dan pensiun sebelum diangkat secara resmi sebagai PPPK, otomatis mereka tidak diberikan gaji serta tunjangannya,” ungkap Bima kepada JPNN.com, Selasa (22/9).

Dia memahami kegundahan hati honorer K2 yang lulus PPPK. Terutama yang sudah pensiun atau menjelang masuk usia pensiun, sementara belum menerima NIP dan SK PPPK.

Begitu pun mereka yang sudah meninggal dunia dalam kurun sejak dinyatakan lulus PPPK, hingga saat ini. Bima Haria menegaskan, meski ada honorer K2 yang lulus PPPK masuk usia pensiun atau meninggal dunia, aturan perundang-undangan harus ditegakkan.

“Ya enggak bisa dibayarkan hak-haknya karena mereka meninggal belum resmi berstatus PPPK. Kalau kemudian begitu pengangkatan, sudah banyak yang pensiun, otomatis yang diberikan NIP hanya PPPK yang belum pensiun,” tuturnya.

Bima Haria menegaskan, PPPK tidak mendapatkan uang pensiun karena tidak dipotong iuran pensiun selama bekerja. Namun, mereka bisa ikut tabungan dana pensiun Taspen.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...