Selama Pandemi, Tidak Ada Penambahan Imigran di Rudenim Makassar

Kepala Rudenim Makassar, Togol Situmorang,

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Untuk sementara waktu, Rudenim Makassar tidak lagi menerima imigran selama masa pandemi Covid-19. Justru di tahun 2020 ini, pihaknya melakukan pengurangan.

“Penambahan jumlah pengungsi selama pandemi tidak ada. Pengurangan justru ada,” kata Kepala Rudenim Makassar, Togol Situmorang, Selasa (22/9/2020).

Langkah itu merupakan cara untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19, terhadap seluruh imigran yang berada di dalam Rudenim Makassar, Kabupaten Gowa.

Dari data yang disampaikan Situmorang, pada tahun 2020 ini, pihaknya telah memulangkan sembilan imigran ke beberapa negara asalnya.

“Pemulangan ini istilahnya dia pulang kampung ke negara asalnya. Kepulangannya itu juga diongkosi dan dibekali untuk hidup dari awal di sana,” tambah Togol.

Sementara pemindahan ke negara ketiga sebanyak 36 orang, resettlement sebanyak 36 orang, dan pendeportasian sebanyak 1 orang.

Semuanya itu, tidak ada yang dinyatakan reaktif Covid-19 setelah menjalani rapid test yang digelar oleh pihak Rudenim Makassar sendiri.

“Ada memang peraturan Menkumkam Nomor 11 tahun 2020 untuk penghentian sementara orang asing masuk ke Indonesia. Dibatasi,” jelasnya.

“Memang dibolehkan masuk, dia punya paspor, izin tinggal, atau dia yang punya peran dalam proyek strategis nasional yang diatur dalam Perpres. Sampai saat ini kita masih tertutup dengan kedatangan orang asing kecuali yang diatur dalam peraturan Menkumkam Nomor 11 tahun 2020 itu,” sambungnya. (Ishak/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...