Teman Dekat Jaksa Pinangki Dicecar Soal Teknis Pemberian Suap

Jaksa Pinangki

FAJAR.CO.ID — Rahmat yang kabarnya berprofesi sebagai pengusaha diperiksa dalam kasus dugaan suap pengurusan fatwa Djoko Tjandra.

Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) mencecar teman dekat Jaksa Pinangki Sirna Malasari itu soal teknis pemberian uang kepada Jaksa Pinangki. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari fakta hukum tentang pemberian dan janji tersangka Djoko S Tjandra kepada Jaksa Pinangki.

“Pihak atau saksi yang kembali diperiksa dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) gratifikasi yaitu Rahmat selaku karyawan swasta/pemilik Koperasi Nusantara,” kata Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono dalam keterangannya, Selasa (22/9/2020).

Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Kejagung lebih dahulu menetapkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari sebagai tersangka dugaan penerima suap sebesar USD500 ribu atau setara Rp7 miliar dari Djoko Tjandra untuk membantu proses pengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA).

Sebagai penerima suap, Pinangki disangkakan Pasal 5 Ayat (2) Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Pinangki juga telah dijerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sementara Djoko Tjandra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Pengurusan fatwa MA itu diduga merupakan permintaan dari Djoko Tjandra agar tidak dieksekusi terkait hukuman yang dijatuhkan hakim atas kasus korupsi hak tagih (cassie) Bank Bali.

Djoko Tjandra disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a dan Pasal 5 ayat 1 huruf b dan Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kemudian, Korps Adhyaksa juga menetapkan Andi Irfan Jaya yang diduga perantara suap terhadap Jaksa Pinangki. Teman dekat jaksa Pinangki itu diduga turut membantu pengurusan fatwa hukum Djoko Tjandra di MA. Andi Irfan disangkakan melanggar Pasal Pasal 15 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (JPC)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar