Gedung Kejagung Dianggarkan Rp350 M, Tengku Zulkarnain: Siapa Lagi yang Waras?

BUKA GARIS POLISI: Aparat kepolisian membuka garis polisi yang terpasang di area gedung Kejaksaan Agung (Kejagung). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Ustaz Tengku Zulkarnain ikut menyoroti pagu anggaran Rp350 miliar yang disetujui Komisi III DPR untuk membangun kembali Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) yang telah terbakar.

Tengku Zul menilai angka Rp350 miliar merupakan sebuah anggaran yang cukup fantastis untuk membangun sebuah gedung di korps Adhyaksa itu.

“DPR RI Setujui Anggaran Pembangunan Gedung Kejaksaan Agung yg Ter-Di(bakar?) Sebesar 350 Milyar. Jika Harga Permeter 5 Juta Rupiah, Berarti Luas Bangunannya Kelak adalah 70.000 Meter Persegi. Waaaouw… Luas Banget…? Atau…? Luarbiasa Negeri ini ya Allah. Siapa Lagi yang Waras?,” tulisnya di akun Twitternya, Rabu (23/9/2020).

Tak sampai di situ, Tengku Zulkarnain juga mengkritisi anggaran pembangunan yang banyak itu diberikan di tengah upaya pemerintah menangani pandemi Covid-19.

“Andai kata gedung baru Kejaksaan Agung memakan biaya Rp10 juta permeter persegi, maka luas bangunannya akan seluas 35.000 meter. Andai Rp20 juta permeternya maka luas bangunannya 17.500. Masih sangat pantastis di tengah pandemi Covid 19. Kenapa masih banyak yg membelanya, ya..?” sebutnya.

Padahal sebelumnya, kata Tengku Zul ada pejabat yang menyebutkan anggaran pembangunan Gedung Kejagung hanya butuh Rp150 miliar.

“Sesaat setelah Gedung musnah, ada pejabat yg mengatakan bahwa Anggaran Gedung Baru sekitar 150 Milyar saja. Kenapa naik jadi dua kali lipat lebih dan disetujui DPR RI? Padahal di tengah Pandemi Covid 19. Rasanya akal cerdas saja tdk cukup. NKRI perlu KEJUJURAN dan KEPEKAAN SOSIAL,” tegasnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...